Maaf, Orang Kaya Nggak Bakal Dapat Vaksin Covid-19 Gratisan

Monica Wareza,  CNBC Indonesia
03 September 2020 13:52
Maaf, Orang Kaya Nggak Bakal Dapat Vaksin Covid-19 Gratisan
Foto: Ilustrasi vaksin Covid-19 (CNBC Indonesia/Edward Ricardo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir kembali menekankan akan ada skala prioritas dalam imunisasi vaksin Covid-19 terhadap masyarakat. Menurut dia, ada sejumlah kelompok masyarakat yang bakal mendapat prioritas.

"Negara dipastikan hadir untuk rakyat. Oleh karena itu, negara akan menggratiskan untuk yang membutuhkan," ujar Erick dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (3/9/2020).

Kelompok masyarakat yang dimaksud antara lain petugas medis dan masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sejauh ini, pemerintah mencatat PBI BPJS Kesehatan sebanyak 93 juta orang.



"Datanya kita verifikasi, seperti kita verifikasi 15,7 juta peserta BP Jamsostek itu ada verifikasi, 93 juta ini kita pastikan yang dapat bantuan bukan orang kaya," kata Erick.

Oleh karena itu, Menteri BUMN bercerita pertemuannya dengan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani yang bertujuan menjelaskan pengusaha mengikuti vaksinasi secara mandiri alias tidak gratis.


"Harga yang mandiri berapa? Ingat kita nggak mungkin mengadakan vaksin satu jenis. Nggak mungkin Sinovac saja, nggak mungkin G42, masing-masing negara punya kebijakan proteksi rakyatnya. Karena belum bisa membuat, kita tergantung kepada negara lain," ujar Erick.

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkes Sebut Harga Vaksin Booster Rp100 Ribu Masih Make Sense


Most Popular
Features