Menyoal Ditemukannya Mutasi Corona 10X Lebih Menular di RI

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 September 2020 06:34
Wabah Virus Corona Timur Tengah, Iran. (Ali Shirband/Mizan News Agency via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mutasi D614G ternyata ditemukan di Indonesia. Mutasi virus corona Covid-19 ini disebut-sebut 10 kali lebih menular ketimbang virus corona awal dan awalnya menjangkiti Eropa.

Penemuan mutasi D614G ini dipertama kali dideteksi di Surabaya pada April 2020 tetapi tidak dimaknai apa-apa karena keterbatasan data dan belum menjadi perhatian.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan dari 5 institusi di Indonesia yaitu di Surabaya, Bandung, Yogyakarta, LIPI dan Eijkman, setidaknya sudah mengirimkan 22 whole genome sequence (WGS) terkait virus corona.


"Ada 5 institusi dari 22 WGS ada 8 yang menggandung mutasi D614G," ujarnya saat rapat bersama DPR di Jakarta, Senin (31/8/2020).

"Dengan distribusi pada Mei, itu yang dilaporkan Universitas Airlangga dari surat pada April. Kemudian yang 7 adalah belakangan ada dari Tangerang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta," terangnya seperti dikutip Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, saat ini masih dilakukan uji penelitian untuk mengetahui seberapa luas ini terjadi di Indonesia. Adapun dia menyebut di dunia sudah ada 70% hampir 80% dari isolat Covid-19 yang mengandung mutasi D6146G tersebut.

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan jika kabar terkait mutasi ini sangat infeksius lima hingga 10 kali lipat, bahkan ada 1 orang menularkannya ke 45 orang dan sudah ramai diperbincangkan.

"Banyak akhir-akhir ini belum dikaitkan. Yang jelas adalah tingkat infeksius tinggi, apakah menyangkut keparahan itu belum. Seperti yang disebut-sebut ganas, itu belum. Hanya harus waspada," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading