Vaksin Pneumonia itu Ada Lho, Kok Tak Dipakai untuk Corona?

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
24 August 2020 16:34
FILE - This undated electron microscope image made available by the U.S. National Institutes of Health in February 2020 shows the virus that causes COVID-19. (NIAID-RML via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Coronavirus Disease 2019 atau yang dikenal dengan Covid-19 menyebabkan orang yang terinfeksi menderita pneumonia. Vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru ini masih belum ada di pasaran dan terus dikembangkan.

Sampai dengan 20 Agustus 2020, WHO telah mencatat ada 30 kandidat vaksin yang sedang dievaluasi secara klinis ke manusia untuk melihat seberapa efektif dan aman penangkal ini bisa digunakan untuk melawan virus corona yang awalnya merebak di Wuhan tersebut. 


Virus corona menyerang saluran pernapasan dan memicu terjadinya peradangan pada organ paru. Infeksi Covid-19 bisa memicu munculnya lendir yang memenuhi paru-paru sehingga pneumonia juga sering disebut paru-paru basah. 

Sebenarnya pneumonia bukanlah penyakit yang baru muncul di tahun 2020 ini. Apabila mengacu pada data dari platform database ourworldindata milik Universitas Oxford, jumlah orang yang meninggal akibat pneumonia secara global mencapai angka 2,56 juta jiwa pada 2017 silam.

Meski angkanya terus menunjukkan penurunan sejak 1990, tetapi kelompok usia paling muda (< 5 tahun) dan paling tua (>70 tahun) merupakan yang paling rentan menjadi korban keganasan pneumonia.

Pneumonia sendiri memiliki banyak penyebabnya. American Lung Association, melaporkan beberapa bakteri penyebab pneumonia antara lain Mycoplasma pneumoniaeChlamydophila pneumoniae dan Legionella pneumophila. 

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh virus seperti virus influenza dan virus corona. Jenis jamur/fungi tertentu juga bisa memicu terjadinya pneumonia baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Vaksin terhadap pneumonia sebenarnya sudah tersedia. Lantas mengapa vaksin pneumonia ini tak bisa digunakan untuk Covid-19? Bukankah penyakitnya sama-sama pneumonia?

Dalam situs resminya, WHO mengatakan vaksin untuk melawan pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus corona baru.

Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksinnya sendiri. Meskipun vaksin ini tidak efektif melawan COVID-19, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat disarankan untuk melindungi kesehatan Anda.

Vaksin haruslah spesifik menarget patogen tertentu, sehingga meski penyakitnya sama-sama pneumonia jika penyebabnya beda maka penerapan satu jenis vaksin saja untuk semua penyakit pneumonia bukanlah hal yang tepat.

Selain tingkat kespesifikan vaksin, aspek lain seperti efektivitas terhadap patogen tertentu, tingkat keamanan hingga durasi proteksi juga jadi pertimbangan. Sehingga tidak bisa satu jenis vaksin digunakan untuk suatu penyakit yang sama tetapi pemicunya berbeda.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading