Bos Bio Farma: Setiap Orang Butuh 2 Dosis Vaksin Covid-19

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 August 2020 19:06
INFOGRAFIS, Kandidat Vaksin yang akan Masuk RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) menyatakan dibutuhkan sedikitnya 320 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan kebutuhan tersebut berdasarkan perhitungan sementara, yakni ada 190 juta populasi Indonesia yang butuh divaksin. Sementara setiap orang membutuhkan 2 dosis vaksin.

"Dari hitungan sementara tahun depan itu ada target 190 juta populasi yang harus divaksin, dengan satu orang dua dosis. Artinya, kami harus menyiapkan 320 juta dosis kalau seandainya seluruhnya kami vaksin," ujar Honesti usai menghadiri pelaksanaan uji klinis tahap III vaksin covid-19 produksi Sinovac, China, di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran (Unpad), , Selasa (11/8/2020).


Honesti mengatakan uji klinis tahap ketiga ini dibutuhkan sebelum vaksin benar-benar diproduksi di dalam negeri. Tahapan ini perlu dilalui oleh seluruh produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin.

"Diperlukan uji klinis tahap tiga sebelum vaksin Covid-19 ini bisa diproduksi. Uji klinis merupakan tahapan yang perlu dilalui untuk semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin," kata Honesti.

"Demikian juga dengan Uji klinis vaksin Covid-19, yang sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali, mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap 1 hingga uji klinis tahap dua di China dan hasilnya sudah diketahui oleh Badan POM RI," katanya.

Dia mengatakan saat ini perusahaan sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin ini sebanyak 100 juta dosis per tahun. Di akhir tahun ini kapasitas tambahan akan segera tersedia sebanyak 150 juta dosis per tahun.

"Kapasitas yang ada di Bio Farma untuk produksi vaksin Covid-19 ini, akan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di lahan Bio Farma, sehingga tidak perlu melakukan tambahan investasi untuk memproduksi vaksin Covid-19 ini," jelasnya.

Honesti menjelaskan, perusahaan memilih untuk berpartner dengan Sinovac Biotech Ltd. untuk pengembangan vaksin CoronaVac ini karena memiliki kesamaan platform yakni sama-sama memiliki kemampuan produksi inactivated vaccine.

Selain kesamaan platform, alasan pemilihan Sinovac adalah karena mereka memiliki pengalaman dalam hal pengembangan vaksin dalam kondisi pandemi, seperti pembuatan vaksin SARS.

Perusahaan Sinovac juga sudah mempunyai produk yang memenuhi pre-qualifikasi WHO. Hal lainnya adalah ada kerjasama yang dilakukan bersama Bio Farma dalam hal produksi vaksin lain.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading