Kisah Owner PS Store Diciduk Bea Cukai & Pembelaannya

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
31 July 2020 14:56
Dirjen Bea Cukai Tangkap Pemilik PS Store

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra Siregar pemilik PS Store diciduk Bea Cukai karena menjual ponsel ilegal. Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) telah membenarkan kabar tersebut, mengatakan bahwa mereka telah menangkap pengusaha dengan inisial 'PS' terkait kepemilikan dan peredaran barang-barang ilegal.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Bea Cukai Kanwil Jakarta Ricky Mohamad Hanafie membenarkan PS tersebut adalah Putra Siregar yang merupakan owner dari PS Store.

"Iya, benar (Putra Siregar)," kata Ricky saat dikonfirmasi inisial dari PS atau Putra Siregar dalam sambungan telepon kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/7/2020).


"Proses di Bea Cukai sudah selesai. Ditangkap dan diserahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses pengadilan dan persidangan," tambahnya.

Ricky mengatakan Bea Cukai ingin memberikan edukasi ke masyarakat atas kasus ini.

"Kami ingin berikan edukasi ke masyarakat, hati-hati terhadap iming-iming harga murah dan harga miring karena bisa jadi ilegal. Dengan adanya case ini kita harus berhati-hati, sebenarnya legal itu mudah."

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) telah menangkap pengusaha dengan inisial 'PS' terkait kepemilikan dan peredaran barang-barang ilegal.

Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

"Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000," tulis Bea Cukai Kanwil Jakarta dalam keterangannya, Selasa.

"Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000," tambah penjelasan Bea Cukai.

Bea Cukai mengklaim, penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara.

"Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal."

Namun demikian, Putra Siregar yang merupakan owner dari PS Store yang dikenal suka memberikan giveaway hingga endorse banyak artis terkenal itu, membantah kabar tersebut.

"Saya nggak pernah menjual HP HDC (palsu atau KW). Seumur hidup saya nggak pernah jual HP HDC, saya berawal dari second. Terus 2017 saya menjelma jual handphone baru, new, semua garansi lengkap," kata Putra dalam Channel YouTube Deddy Corbuzier, dengan judul 'Klarifikasi Edan Penipuan Putra Siregar-PS Store' dikutip CNBC Indonesia, Kamis (30/07/2020) yang sudah dapat persetujuan dari pihak manajemen Deddy Corbuzier.

Ia mengaku memang pada 2017 sudah pernah ditangkap Dirjen Bea Cukai karena barang yang dibelinya diduga belum menyelesaikan kewajiban Pabean. Namun, dari informasi yang beredar baru-baru ini, penangkapan terhadapnya seolah terjadi pada 2020.

"Itu kejadian 2017 tapi di-framing seolah-olah kejadian ketangkap 2020," katanya.

Ia juga menjelaskan soal penyerahan sebagian besar asetnya ke Direktorat Jenderal Bea Cukai terkait kasus 2017 lalu, bukan kejadian saat ini.

"Saking kooperatifnya, saya titip uang tuh sampai Rp 500 juta. Dari 2017 sampai 2020 saya bolak-balik tuh ke Bea Cukai melengkapi apa-apa. Bahkan rumah saya, aset saya, saya serahkan. Sama rekening-rekening saya, fakta yang nggak banyak orang tahu. Dari 2017 saya nggak punya rekening," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading