Vaksin Covid-19 RI Feat China Sudah Fase 3, What's Next?

Tech - Roy F, CNBC Indonesia
27 July 2020 07:08
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro buka-bukaan soal vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan Indonesia dengan perusahaan China, Sinovac.

Uji klinis Sinovac vaksin di Indonesia, yang merupakan kerja sama Biofarma dan Sinovac, sekarang sudah memasuki uji klinis tahap tiga.


Lalu apa lagi setelah uji tahap ketiga tersebut?

"Nanti jika uji klinis vaksin Sinovac selesai, maka harus dilihat dulu apakah efektif vaksin tersebut untuk masyarakat Indonesia," ungkap Bambang seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (27/7/2020).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Foto: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

"Kalaupun efektif, akan dilihat tingkat ke-efektifannya berapa persen. Sehingga harus diberitahu juga nanti bahwa yang orang yang di vaksin, barangkali suatu saat harus re-vaksinasi kembali."

Menurut Bambang, akan dilihat lebih jauh apakah vaksin Sinovac yang research and development-nya dilakukan di China (Republik Rakyat Tiongkok - RRT) cocok dengan virus yang bertransmisi di Indonesia atau tidak.

Bambang mengatakan, saat ini produksi vaksin yang paling cepat ada 3 grup. Pertama Sinovac dari China, AstraZeneca dari Inggris dan Moderna dari AS.

Namun, Bambang juga menegaskan Indonesia juga tetap fokus dalam pengembangan vaksin anak bangsa. Di mana di 2021 diharapkan sudah produksi massal.

"Kita juga mempertahankan juga kemandirian produksi vaksin anak bangsa, karena ini merupakan ranah Kemenristek/BRIN. Pengembangan vaksin mandiri saat ini sudah dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman."

"Ditargetkan pertengahan tahun depan sudah 2021, sudah bisa di produksi massal, tentunya sesudah melalui uji klinis terhadap vaksin merah putih karya anak bangsa tersebut," tutup Bambang.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading