Wow! Rusia Uji Coba Senjata Nuklir Hipersonic

Tech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 July 2020 21:03
Kapal perang Admiral Makarov milik Angkatan Laut Rusia. (Kementerian Pertahanan Rusia)

Jakarta, Indonesia - Rusia terus memperkuat alat utama sistem pertahanannya. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan, Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) akan dipersenjatai dengan senjata nuklir hipersonik dan kapal selam nirawak (drone) nuklir. Kementerian Pertahanan menyebut, senjata ini sedang dalam pengujian akhir.

Menurut Putin, drone nuklir bawah laut yang dinamakan Poseidon ini merupakan generasi baru dari senjata nuklir Rusia yang diklaim memiliki daya jelajah yang tidak terbatas.

"Ini merupakan senjata nuklir Rusia yang tidak ada tandingannya dan dapat mengenai hampir di mana saja di dunia," ujar Putin, mengutip Reuters, Minggu (26/7/2020).


Drone nuklir bawah laut Poseidon dirancang untuk dibawa oleh kapal selam, dan rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon), yang dapat digunakan di kapal-kapal permukaan. Kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik, yang mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara, membuat mereka sulit dilacak dan disadap.

Berbicara di St Petersburg pada parade tahunan angkatan laut yang menampilkan kapal-kapal terbaik Rusia, kapal selam nuklir, dan penerbangan angkatan laut, Putin mengatakan, angkatan laut Rusia mendapatkan 40 kapal baru tahun ini.

"Ini menggunakan teknologi digital canggih yang tidak ada bandingannya di dunia, termasuk sistem serangan hipersonik dan drone bawah laut, memberi keunggulan bagi armada dan peningkatan kemampuan tempur," paparnya.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis melalui kantor berita Rusia, Kementerian Pertahanan mengatakan pengujian Belgorod, kapal selam pertama yang mampu membawa pesawat nirawak Poseidon, sedang berlangsung dan pengujian sistem senjata hampir selesai.

Seperti diketahui, pada tahun lalu, pemimpin tertinggi Rusia itu mengancam akan mengerahkan rudal hipersonik pada kapal dan kapal selam yang dapat mengintai di luar wilayah perairan AS jika Amerika Serikat pindah untuk menggunakan senjata nuklir jarak menengah di Eropa. Meski Washington belum menempatkan misil semacam itu di Eropa, tetapi Moskow mengkhawatirkan itu mungkin bisa saja terjadi


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading