WHO: Kita Tak akan Bisa Kembali ke Hidup Normal Lama

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
24 July 2020 14:42
Tedros Adhanom. AP/Christophe Ena

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa manusia tidak akan kembali ke kondisi awal atau normal lama karena infeksi virus corona Covid-19 kian cepat di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara berkembang yang lebih miskin.

General Director WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kini setengah dari kasus Covid-19 di dunia berasal dari AS, Brasil dan India.

"Itu sangat mudah untuk dimengerti orang-orang ingin melanjutkan hidup mereka, tetapi kita tidak akan kembali ke kebiasaan lama," ujar Tedros dalam konferensi pers di kantor pusat WHO, Jenewa, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (24/7/2020).


Menurut data WHO, Kasus positif corona di AS kini sudah mencapai 3,8 juta lebih, kemudian diikuti Brasil 2,1 juta kasus dan India 1,1 juta kasus. Saat ini Covid-19 sudah menginfeksi lebih dari 14 juta orang di dunia.

Meskipun kasusnya tinggi di AS, Brasil dan India, Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO mengungkapkan, masih ada peluang untuk mengendalikan virus Covid-19.

"Itu bisa dibalik dan semua negara memiliki alat untuk melakukan itu," katanya. "Dibutuhkan kemauan yang luar biasa, dibutuhkan kepemimpinan yang luar biasa dan pekerjaan dari semua orang untuk menjadi bagian dari solusi."

WHO merekomendasikan agar setiap orang memakai masker sebagai cara untuk memperlambat penyebaran virus. Masker dapat menjadi penghalang dari penyebaran virus corona yang berasal dari droplet pasien corona yang keluar ketika batuk atau bersin.

WHO juga merekomendasikan setiap orang untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak dari orang lain dan menghindari pergi ke tempat yang ramai. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari pertolongan medis.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading