Alert! Covid-19 Menyebar Lewat Udara, Ini Warning Pemerintah

Tech - dob, CNBC Indonesia
10 July 2020 16:20
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto (Youtube BNPB Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Indonesia menjelaskan mengenai informasi penyebaran virus corona (Covid-19) melalui udara. Pemerintah menyatakan hal tersebut bisa terjadi pada ruangan uang memiliki ventilasi ruangan yang buruk.

Juru bicara pemerintah RI untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa berdasarkan komunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dijelaskan bahwa mikro droplet atau percikan liur dari penderita Covid-19 bisa bertahan cukup lama di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang buruk.

"Partikel ini (mikro droplet dengan Covid-19) melayang lama di udara sehingga siapa pun yang di ruangan tersebut tidak memakai masker atau kalau pakai tapi tidak benar maka bisa mendapatkan penularan," ujar Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta seperti disiarkan secara langsung, Jumat (10/7/2020).


Untuk itu, pemerintah meminta kepada masyarakat agar mengupayakan di semua ruang kerja bisa menjamin bahwa sirkulasi udara berlangsung dengan baik.

"Upayakan ini bisa dilakukan dengan baik apakah dengan kipas angin untuk memaksa udara bergerak. Kalau memungkinkan jendela dibuka agar udara luar bisa masuk. Ini supaya udara di ruang kerja tidak terjebak berhari-hari," ujarnya.

Selain itu, dia kembali mengingatkan bahwa penularan Covid-19 bisa terjadi karena sumber penularannya tidak menggunakan masker.

"Sehingga droplet dia yang jatuh atau mikro droplet miro yang melayang di udara tidak bisa ditahan dengan masker. Siapa pun rentan terhadap penularan ini harus gunakan masker," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Yurianto memberikan update penanganan Covid-19. Dia mengungkapkan bahwa ada penambahan 1.611 kasus baru sehingga total positif Covid-19 mencapai 72.347 orang.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 878 orang sehingga total sembuh 33.529 orang. Adapun penambahan meninggal 52 orang sehingga total pasien meninggal 3.469 kasus.

"Ada 459 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terpapar Covid-19" ujar Yurianto.


(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading