Ssst.. China Punya Vaksin Covid-19, Dipakai Buat Militer!

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
29 June 2020 18:20
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China menyetujui penggunaan vaksin buatan Beijing Instute Biotechnologies dan CanSino Biological digunakan untuk kebutuhan militer. Nama vaksin tersebut adalah Ad5-nCoV.

Dalam keterangannya CanSino menyebut vaksin yang dibuatnya memiliki "profil keamanan yang baik" dan berpotensi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus corona Covid-19.

Vaksin ini merupakan pengembangan dari Komisi Militer Pusat Tiongkok dan telah mendapat persetujuan penggunaan pada 25 Juni selama satu tahun. Vaksin ini tidak bisa bisa digunakan kebutuhan yang lebih luas tanpa persetujuan, seperti dilansir dari AFP, Senin (29/6/2020).


Informasi saja, Vaksin buatan Beijing Institute Biotechnologies dan CanSino Biological bernama Ad5-nCoV telah berhasil memicu antibodi penawar pada puluhan pasien. Hasil uji klinis tahap awal ini pun yang dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet.

Uji coba ini dilakukan pada peserta berusia 18 hingga 60 tahun dan menerima dosis rendah, sedang atau tinggi. Terdapat 36 orang di setiap kelompok dosis tersebut. Kandidat uji coba vaksin diinduksi dengan antibodi yang mengikat pada sebagian besar pasien corona yang telah terjangkit 28 hari.

Dalam uji coba vaksin ini, pada hari ke-28, pasien yang mendapat dosis vaksin rendah dan menengah menunjukkan adanya antibodi penawar dibandingkan dengan pasien dalam kelompok dosis tinggi.

World Health Organization (WHO) mencatat ada 141 vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. 11 di antaranya sudah diuji klinis pada manusia. WHO mengungkapkan vaksin bikinan AstraZaneca dan Moderna jadi yang terdepan dalam perlombaan penemuan vaksin Covid-19 demi hidup normal.

Saksikan video terkait di bawah ini:

AS Tuduh Huawei Didukung Militer China


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading