Gerhana Bulan Stroberi Hiasi Langit RI, Ini Cara Melihatnya

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
05 June 2020 18:32
Ilustrasi Strawberry Full Moon. foto/istockphoto
Jakarta, CNBC IndonesiaGerhana bulan Stroberi bisa disaksikan oleh seluruh warga Indonesia pada malam ini dengan mata telanjang. Bila tertarik begini cara menyaksikan fenomena alam ini.

Menurut BMKG, fenomena Gerhana bulan Stroberi atau penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bulan tidak persis sejajar. Hal ini membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih reduh dari saat purnama.


"Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 bisa diamati dari Indonesia," ujar BMKG dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2020).


BMKG pun memetakan waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena alam yang disebut Gerhana Bulan Stroberi yang dibagi dalam tiga fase:

1. Gerhana dimulai

WIB (6 Juni) : 00.45
WITA (6 Juni) :01.45
WIT (6 Juni) : 02.45

2. Puncak Gerhana

WIB (6 Juni) : 02.25
WITA (6 Juni) : 03.25
WIT (6 Juni) : 04.35

3. Gerhana Berakhir

WIB (6 Juni) : 04.04
WITA (6 Juni) : 05.04
WIT (6 Juni) : 06.04

"Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 ini merupakan anggota ke-67 dari 71 anggota pada seri Saros 111 (fenomena gerhana). Gerhana Bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 26 Mei 2022," tulis ujar BMKG.

"Adapun gerhana Bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana Bulan ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 17 Juni 2038."

Gerhana Bulan Penumbra disebut disebut Gerhana Bulan Stroberi diberikan oleh suku Algonquin yang merupakan suku pribumi Amerika Serikat. Fenomena ini berkaitan dengan tanda musim memanen stroberi di kawasan timur laut Amerika Serikat.

Nama lain dari purnama di bulan ini adalah Hot Moon (Bulan Panas) karena pada bulan Juni di belahan Utara Bumi tepatnya di Garis Balik Utara (23,5 derajat Lintang Utara).


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading