Apple Tutup Toko di AS, Beri Diskon Besar iPhone di China

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
02 June 2020 13:54
Penjualan perdana jajaran iPhone 11 di Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple Inc memutuskan untuk menutup toko di Amerika Serikat (AS) karena aksi demo terbunuhnya George Floyd. Kondisi berbeda terjadi di China di mana iPhone dijual dengan diskon besar.

Apple memutuskan untuk menutup toko ritel di Amerika Serikat dengan alasan keamanan karyawan dari aksi protes atas terbunuhnya George Floyd yang semakin tinggi di negeri Paman Sam ini.

"Untuk menjaga kesehatan dan keamanan karyawan, kami memutuskan untuk tetap menutup toko ritel kami di AS pada Senin," ujar Apple seperti dilansir dari 9to5Mac, Selasa (2/6/2020).


Di China, iPhone malah dijual dengan diskon besar di e-commerce. Hal ini seiring dengan dibukanya kembali ekonomi China dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya di Tmall, milik Alibaba. Jika sebelumnya iPhone 11 64GB dijual seharga 5.499 yuan, kini harganya tinggal 4.779 yuan atau setara US$669,59 ( Rp 9,8 juta). Harganya didiskon 13%. iPhone 11 Pro dijual 7.579 yuan dari sebelumnya 8.699 yuan. iPhone 11 Pro Max dijual 8.359 yuan dari sebelumnya 9.599 yuan.

Saingan Tmall, JD.com bahkan menawarkan diskon lebih besar. IPhone 11 64GB dihargai 4.599 yuan, iPhone 11 Pro senilai 6.999 yuan dan iPhone 11 Pro Max 7.499 yuan. Jika diskon penuh diterapkan, beli iPhone 11 Pro Max dapat diskon lebih dari 21% dari harga aslinya

Seorang juru bicara JD.com mengatakan perusahaan melakukan diskon setiap hari selama festival belanja yang disebut 6.18 tetapi struktur diskon dapat bervariasi dari hari ke hari. Harga yang tercantum dalam artikel ini mencerminkan promosi pada tanggal 1 Juni, seperti dilansir dari CNBC International, Selasa (2/6/2020).

Sayangnya hingga berita ini dipublikasi, Apple menolak mengomentasi perlombaan memberi diskon ini.

Peneliti IDC, Will Wong mengatakan ini kali kedua Apple berpartisipasi dalam pesta diskon 6.18. "Ini merupakan saat yang tepat untuk merangsang permintaan setelah masyarakat China menahan membelanjakan karena pandemi," terangnya.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading