Trump Serius Bikin Aturan Buat Tutup Twitter cs, Ini Buktinya

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
28 May 2020 10:10
President Donald Trump looks through a face shield, in front of a poster of the manufacturing of the shields, while touring Ford Motor Co.'s Rawsonville Components Plant in Ypsilanti, Michigan on Thursday, May 21, 2020. (Daniel Mears/Detroit News via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata tak sekadar menggertak perusahaan media sosial seperti Twitter dan Facebook soal keinginan memperketat aturan bahkan menutup perusahaan yang membungkam suara konservatif.

Trump bahkan sudah menyiapkan aturan terkait gertakan Trump. Gedung putih mengkonfirmasi aturan ini akan akan ditandatangani pada Kamis (28/5/2020) waktu setempat, seperti dilansir CNBC Indonesia dari Reuters, Kamis (28/5/2020).

Pejabat Gedung putih tidak memberikan perincian mengenai aturan ini sehingga belum diketahui bagaimana Trump menindalanjuti ancaman penutupan Twitter dan Facebook dan lainnya jika melanggar aturan.


Trump mengancam akan menutup perusahaan media sosial. Ini setelah pada Selasa (26/5/2020), Twitter melabeli cuitan Trump sebagai pernyataan yang mungkin menyesatkan dan meminta pengguna Twitter untuk mengecek informasi soal pemungutan suara melalui surat.

Menjelaskan soal pelabelan sesat di Twitter, General Counsel Sean Edgett mengatakan keputusan ini pelabelan tersebut dilakukan oleh sebuah komite.

"Kami memiliki sekelompok orang dan komite yang melihat hal-hal ini dan membuat keputusan tentang itu ...," katanya.

Di tempat terpisah, pengadilan Banding AS di Washington pada Rabu (27/5/2020) menguatkan gugatan kelompok konservatif dan individu sayap kanan terhadap Google, Facebook, Twitter, dan Apple atas tuduhan persekongkolan konspirasi menekan pandangan politik kaum konservatif.

Dalam wawancara dengan Fox News Channel, Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg mengatakan penyensoran terhadap platform bukan merupakan "refleks yang tepat' bagi pemerintah yang khawatir tentang sensor. Wawancara ini akan ditayangkan Fox News pada Kamis ini.

Penerbitan aturan ini seperti terkait dengan draft yang diedarkan gedung putih tahun lalu soal bias anti-konservatif di media sosial. Asosiasi platform online yang di dalamnya ada Twitter dan Facebook, mengatakan tidak memiliki bias politik.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading