Boy Thohir: Corona Pukulan Berat Gojek, Jangan Bakar Duit!

Tech - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
12 May 2020 16:54
Garibaldi Thohir (Boy Thohir) Bergabung Menjadi Komisaris Gojek (dok. Gojek)
Jakarta, CNBC Indonesia- Pengusaha sekaligus komisaris independen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GoJek) Garibaldi Thohir atau biasa disapa Boy Thohir buka suara soal efek pandemi virus corona Covid-19 ke bisnis startup yang didirikan Nadiem Makarim itu.

Ia mengatakan menaruh perhatian cukup tinggi ke Gojek, terutama di kondisi seperti saat ini. Ia menyebut alasannya ingin bergabung ke jajaran komisaris perusahaan aplikasi penyedia transportasi ini karena Gojek memiliki ekosistem yang luar biasa.

"Gojek mempekerjakan drive hampir 2 juta, sektor UMKM yang diberdayakan 400 ribu. Kondisi ini buat Gojek yang perusahaan baru sekian tahun merupakan pukulan berat. Tapi lebih berat lagi buat mitra," ujar Garibaldi saat menggelar jumpa pers virtual, Selasa (12/5/2020).


Untungnya, kata dia, sebelum terjadi pandemi Gojek baru mendapatkan fund rising senilai US$ 1,2 miliar yang diyakini olehnya bisa membuat perusahan memiliki daya tahan cukup lama ke depan.



Tapi, ia mengingatkan, Gojek juga harus menerapkan apa yang sekarang banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan untuk bertahan di masa pandemi, yakni efisiensi.

"Harus efisiensi, kalau bisnis bakar-bakar uang sudah tidak bisa lagi sekarang karena kondisi sulit," kata Garibaldi.

Ia mencontohkan apa yang terjadi di bisnis start up lain yang mulai berguguran, seperti Airbnb (startup pemesanan tiket perjalanan dan hotel), Oyo (startup hotel murah), dan lainnya.

"Hanya orang tidak normal yang mau bakar-bakaran terus, bisnis Gojek kan sudah besar sekarang. Yang namanya bisnis itu to make money bukan how to burn money," ujar Garibaldi.

Jadi, Gojek diminta untuk efisiensi besar-besaran dan sedang dijalankan. Sementara lini bisnis lainnya seperti GoPay dan GoFood juga dioptimalkan untuk datangkan keuntungan.

"Satu dua bulan ke depan kalau kondisi sudah membaik bisa jadi winner, apalagi bisnis modelnya bukan satu industri," kata Garibaldi.

[Gambas:Video CNBC]




(gus/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading