Vaksin Corona China Sukses di Monyet, Kini Diuji ke Manusia

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
28 April 2020 15:44
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti Sinovac Biotech menyatakan vaksin virus corona Covid-19 yang sedang dikembangkan telah sukses diujicobakan kepada monyet dan segera dites kepada manusia.

Sinovac Biotech, perusahaan asal China, memiliki dua vaksin yang dicobakan kepada delapan monyet dan hasilnya dengan vaksin ini hewan tersebut kebal terhadap virus corona. Hasil penelitian dipublikasikan di server preprint BioRxiv.

"Hasil ujicoba pada hewan ini memberikan kami banyak kepercayaan diri," ujar Meng Weining, Direktur Senior Sinovac, seperti dilansir dari New York Post, Selasa (28/4/2020).


"Jadi ini adalah data praklinis 'serius' pertama yang saya lihat untuk kandidat vaksin Corona yang sebenarnya," ujar Florian Krammer, profesor Departemen Mikrobiologi di Icahn School of Medicine, Mount Sinai.

Informasi saja, ada lima tahap penemuan vaksin. Pertama, ditemukan membuat kandidat vaksin. Kedua, uji coba ke hewan. Ketiga, uji coba ke manusia dalam jumlah kecil (fase 1). Keempat, uji keamanan dan kemanjuran obat ke manusia dalam menengah (fase 2).

Keempat, uji keamanan dan kemanjuran dalam jumlah besar (fase 3). Kelima, persetujuan peraturan final dan pembuatan pabrik sambil mendaftarkan vaksin di setiap negara.

Setelah uji coba pada hewan selesai, vaksin Sinovac akan diujicobakan ke manusia. Meng Weining mengatakan uji ini untuk mengetahui apakah vaksin memicu respons kekebalan tubuh yang memadai.

Berdasarkan data World Healt Organization (WHO) ada tiga vaksin yang dikembangkan China. Yakni, Vaksin milik CanSino Biological In dan Beijing Institute yang sudah melakukan uji fase kedua.

Lalu Vaksin buatan Beijing Institute of Biological Products dan Wuhan Institute of Biological Product yang melakukan uji fase pertama. Vaksin buatan Sinavac juga sedang ujicoba fase pertama.
Artikel Selanjutnya

China Terdepan Dalam Temukan Vaksin Corona, Ini Buktinya!


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading