Ternyata, Kartu Pra Kerja Rp 20 T Bergeser dari Konsep Awal

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 April 2020 10:56
[DALAM] Kartu Pra Kerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky mengakui terjadi pergeseran fokus dalam program kartu pra kerja.

Panji mengkonfirmasi, bahwa bentuk pelatihan program kartu pra kerja ini hanya sampai pada peningkatan kemampuan keterampilan, dan tidak sampai pada tingkat penyaluran menjadi tenaga kerja.

"Betul [tidak ada penyaluran ke tenaga kerja]. Sekarang ini [program kartu pra kerja] adalah sesuai Inpres No.4 tahun 2020, untuk penanggulangan covid-19. Dampak dari Covid-19 [program kartu pra kerja] adalah untuk perlindungan sosial dan stimulus ekonomi," jelas Panji kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2020).


Untuk diketahui, pada masa kampanye Presiden Joko Widodo, program kartu pra kerja bertujuan meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Target utamanya adalah warga negara Indonesia (WNI)berusia minimal 18 tahun yang sedang mencari kerja dan kewirausahaan.

Oleh sebab itu, konsep dari kartu pra kerja berupa pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, agar bisa mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausahawan.

Sementara kondisi saat ini, berbeda dari yang sudah dikampanyekan sebelumnya. Pandemi covid-19 telah membuat perekonomian carut-marut; banyak perusahaan yang harus memecat karyawan, banyak usaha yang tutup, dan lain sebagainya.

Hingga 13 April 2020, jumlah pekerja formal dan informal yang di-PHK dan dirumahkan suda mencapai 2,8 juta orang. Dalam sepekan ada lonjakan sampai dua kali lipat dibandingkan 7 April yang masih 1,2 juta pekerja PHK dan dirumahkan.
 
"Pada awalnya memang fokusnya adalah peningkatan kompetensi dan keperkerjaan [...]. Tapi setelah ada covid-19, kita harus melihat konteks makro besarnya, apakah ada pekerjaan atau tidak. Karena kita tahu sendiri, pertumbuhan ekonomi turun drastis," jelas Panji.

"Jadi, kriteria-kriteria untuk kepekerjaannya kita sampingkan dulu, dan kita fokus dalam pelatihan dan peningkatan keterampilannya lewat pelatihan ini, dan penyaluran insentifnya," kata Panji melanjutkan.

Paling tidak, menurut Panji, lewat program pra kerja ini, karyawan yang di-PHK dan dirumahkan bisa terus melakukan aktivitas di rumah.

"Mungkin tidak ada pekerjaan. Jadi kalau mereka bisa di rumah sambil berlatih, ada kegiatan yang produktif, sambil meningkatkan human capitalnya. Sampai dapat insentif setelahnya. Saya pikir itu cukup untuk membantu di era pandemi covid-19," jelas Panji.

Untuk diketahui, setiap peserta yang berhasil lolos mengikuti pelatihan pra kerja, peserta akan mendapatkan dana sebesar Rp 3,55 juta selama 4 bulan. Dana ini untuk membayar pelatihan dan membeli sembako. Prorgram Pra kerja menyasar 5,6 juta dengan anggaran Rp 20 triliun.

Sementara, sampai hari Rabu, 15 April 2020, jumlah peserta yang mendaftar program pra kerja mencapai kurang lebih 5 juta orang dan sebanyak 1,63 juta orang sudah menyelesaikan proses pendaftaran.


[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading