Kisah Sulitnya Daftar di Prakerja.go.id & 5 Juta Pendaftar

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 April 2020 09:23
[DALAM] Kartu Pra Kerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah warga masih mengeluhkan tidak bisa mendaftar sebagai peserta program Kartu Prakerja di situs prakerja.go.id. Padahal Pemerintah mencatat jumlah pendaftar melalui situs sudah mencapai 5 juta peserta.

Keluhan diutarakan pemilik akun Irvan Maulana yang sudah memasukkan informasi mengenai Nomor Induk Keluarga (NIK), tanggal lahir tetapi selalu error.


"Gak jelas masa nomor NIK udah di tulis tanggal lahir sudah, masa gak bisa selanjutnya dikatakan salah. Hellow ini web kenapa? Kena virus yah bisa begitu.. tolong diperbaiki," ujarnya seperti dilansir Kamis (16/4/2020).


Hal yang sama dikeluhkan pemilik akun Febri Jepara yang tidak bisa melanjutkan proses registrasi ke tahapan selanjutnya karena NIK e-KTP selama disebut salah oleh sistem prakerja.go.id.

"Ternyata yang mengalami nasib soal nomor NIK bukan ane doank ya. Ternyata masih ada... Sama bro.. Ane juga bingung kenapa nomor NIK gak bisa padahal nomor NIK itu didapat dari negara bukan diri sendiri," tulisnya.

Sudah 5 Juta Pendaftar

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Pra Kerja, Panji Winanteya Ruky mengatakan program ini diperuntukkan untuk mereka yang terkena dampak pandemi corona, minimal usia 18 tahun. Manajemen juga harus memastikan bahwa, peserta yang bisa menerima pelatihan, adalah mereka yang telah lolos verifikasi dan test kompetensi dalam situs prakerja.go.id.

Proses berikutnya adalah verifikasi dengan mengecek database kependudukan di Kementerian Dalam Negeri Data pokok Kependudukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan peserta sedang tidak menempuh pendidikan sekolah atau kuliah, dan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos).

"Kita lihat, apakah dia didata oleh Kementerian. Kalau di data, maka didahulukan sebagai pekerja atau pelaku usaha yang terdampak covid-19," jelas Panji kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2020).

"Kita juga check di data base Kementerian Sosial. Jika sudah mendapatkan bantuan sosial, maka yang belum dapat didahulukan. Yang belum dapat bansos didahulukan," tuturnya.

Untuk diketahui, sampai hari Rabu, 15 April 2020  kurang lebih sudah sebanyak 5 juta orang mendaftar kartu pra kerja dan sebanyak 1,63 juta orang sudah menyelesaikan proses pendaftaran.

Sampai saat ini, kata Panji pemerintah belum mengantongi nama-nama peserta yang akan lolos dan mengikuti pelatihan pada gelombang pertama. Karena baru akan menyeleksi nama-nama pesertanya setelah gelombang pertama ditutup atau tepatnya Kamis, 16 April 2020, pukul 16.00 WIB.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading