Raksasa Teknologi China Siapkan Inovasi Deteksi Virus Corona

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
09 March 2020 11:46
Raksasa teknologi China sedang mempercepat penggunaan layanan kesehatan berbasis teknologi dengan menggunakan cloud computing dan kecerdasan buatan.
Beijing, CNBC Indonesia - Pengendalian wabah Covid-19 terus diupayakan berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi asal China. Mereka membuat berbagai inovasi yang dapat mendeteksi virus corona.

Para raksasa teknologi China pun sedang mempercepat penggunaan layanan kesehatan berbasis teknologi dengan menggunakan cloud computing dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal itu merupakan permintaan dari pemerintah China.

Berikut beberapa teknologi untuk mendeteksi virus corona yang dibuat oleh pemerintah maupun perusahaan asal negeri tirai bambu :


1. Pemerintah China
Pemerintah China diketahui telah meluncurkan aplikasi yang memungkinkan orang mengetahui apakah mereka berisiko terkena virus corona.

Aplikasi bernama Close Contact Detector akan memberitahu pengguna jika mereka berada di dekat seseorang yang telah dikonfirmasi atau diduga tertular virus corona. Untuk melakukan penyelidikan, pengguna memindai QR code pada ponsel mereka.

Setelah aplikasi baru terdaftar dengan nomor telepon, pengguna diminta untuk memasukkan nama dan nomor ID mereka. Setiap nomor telepon yang terdaftar kemudian dapat digunakan untuk memeriksa status hingga tiga nomor ID.

Aplikasi itu dikembangkan bersama oleh pemerintah China dan China Electronics Technology Group Corporation dan didukung oleh data dari otoritas kesehatan dan transportasi.

Aplikasi ini memberikan informasi tentang:
- Orang yang bekerja bersama, berbagi ruang kelas, atau tinggal di rumah yang sama.
- Staf medis, anggota keluarga atau orang lain yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien dan pengasuh mereka
- Penumpang dan kru yang telah naik pesawat, kereta api dan transportasi lainnya dengan orang yang terinfeksi.

2. Alibaba

Alibaba memperkenalkan beberapa fitur perawatan kesehatan. Pada bulan Januari, Alibaba meluncurkan layanan klinik online pada aplikasi Alipay dan Taobao untuk pengguna di provinsi Hubei, tempat virus corona pertama kali ditemukan, yang kemudian diperluas ke Beijing. Layanan itu, yang memungkinkan orang melakukan konsultasi online dengan dokter.

Pada bulan Februari, perusahaan meluncurkan layanan pengiriman obat untuk orang-orang untuk mengobati penyakit kronis. Layanan itu muncul ketika rumah sakit kewalahan karena virus corona.

Kelompok riset Alibaba juga mengembangkan algoritma artificial intelligence baru untuk menganalisis CT Scan. Perusahaan mengklaim AI-nya dapat mengidentifikasi perbedaan gambar antara pneumonia yang terinfeksi virus corona yang dicurigai, sedikit dicurigai, dan pneumonia yang tidak terinfeksi virus corona dalam 20 detik, dengan tingkat akurasi hingga 96%.

Teknologi itu telah digunakan di 26 rumah sakit di 16 provinsi dan kota. Dalam beberapa minggu ke depan, teknologi ini akan tersedia di lebih dari 100 rumah sakit di China.



3. Tencent

Tencent adalah salah satu perusahaan video game terbesar di dunia. Tidak hanya itu, Tencent juga juga menjalankan platform chatting paling populer di China, WeChat.

Perusahaan itu telah meluncurkan layanan konsultasi kesehatan online gratis melalui lima platform layanan kesehatan online via WeChat. Ada juga yang disebut "chatbot" yang memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan diagnosis awal.

Tencent juga telah membuka fasilitas super komputer untuk membantu para peneliti menemukan obat untuk virus tersebut, menurut laporan CNN. Super komputer dapat menjalankan proses lebih cepat dari komputer biasa.

4. Huawei

Huawei dikenal dengan peralatan jaringan telekomunikasi dan telepon pintar. Tetapi Huawei juga memiliki bisnis cloud yang terus berkembang.

Unit cloud perusahaan, bersama dengan perusahaan bernama GrandOmics Biosciences, mengembangkan alat untuk memahami susunan genetik dari virus corona. Teknologi Huawei juga sedang digunakan oleh para peneliti untuk menyeleksi obat-obatan untuk menemukan satu yang mungkin cocok untuk pengobatan coronavirus.

Platform cloud computing perusahaan juga digunakan untuk analisis CT scan yang dapat membantu mengidentifikasi pasien dengan virus.

5. DiDi

DiDi adalah layanan ride-hailing (berbagi tumpangan) terbesar di China, tetapi juga memiliki bisnis cloud computing.

Perusahaan membuka fasilitas cloud-nya secara gratis untuk penelitian dan proyek bantuan yang berkaitan dengan virus corona. DiDi mengatakan beberapa "organisasi analisis data medis telah menerapkan dan mulai menggunakan layanan ini."

6. Baidu

Baidu adalah mesin pencari (search engine) terbesar di China. Perusahaan juga telah berkecimpung dalam teknologi AI.

Perusahaan itu sudah menjalankan platform konsultasi dokter online secara gratis. Baidu mengatakan platform ini telah menangani lebih dari 15 juta pertanyaan dari pengguna dan ada lebih dari 100.000 dokter yang telah bergabung untuk menjawab pertanyaan.

Baidu juga memberikan algoritma yang disebutnya "LinerFold" secara gratis ke lembaga pengujian gen, pusat kontrol epidemi, dan lembaga penelitian global. Algoritma ini dapat membantu para ilmuwan memahami susunan genetik dari virus coronavirus, dan dapat membantu upaya mengembangkan vaksin.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading