Intip Pesawat Bomber Xian H-6 yang Bikin Tegang China-Taiwan

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 February 2020 16:36
Intip Pesawat Bomber Xian H-6 yang Bikin Tegang China-Taiwan Foto: Xian H-6. (AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pesawat pengebom milik China, Xian H-6 untuk kedua kalinya dikabarkan melintasi wilayah Taiwan, Senin (10/2/2020) waktu setempat. Dengan hadirnya pesawat pengebom di atas langit pulau Formosa tersebut makin memanaskan hubungan antara China dan Taiwan.

Selain itu, menurut laporan AFP, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan selain masuknya pesawat Xian H-6, pesawat tempur China J-11 dikabarkan juga terbang di dekat negara tersebut.


Lalu, seperti apa spesifikasi pesawat pengebom Xian H-6 ini? 


Xian H-6 adalah pesawat lisensi dari Tupolev Tu-16, bomber bermesin ganda Uni Soviet, yang dibuat untuk Angkatan Udara Tiongkok. Pesawat ini bukanlah pesawat baru, sebab sudah ada sejak tahun 1959 dan hanya diproduksi sebanyak 175 buah.

Intip Pesawat Bomber Xian H-6 yang Bikin Tegang China-TaiwanFoto: Xian H-6. (AP Photo/Ng Han Guan)

Memiliki panjang 34,8 meter, dengan lebar sayap 33,0 meter dan tinggi 10.36 meter, awalnya, H-6 diklasifikasikan sebagai pesawat pengebom strategis yang berfungsi sebagai pencegah bom nuklir.

Berkat kemajuan teknologi, hadirnya H-6 ini kemudian memberi jalan kepada peran pesawat pengebom yang lebih konvensional, terutama dari rudal balistik yang diluncurkan dari darat atau dengan kapal selam.

Peran pesawat pengebom strategis telah dimainkan sejak zaman Perang Dunia I dan membutuhkan desain pesawat dengan prinsip daya tahan yang kuat yang mampu mengangkut ribuan pound persenjataan atas wilayah musuh, menargetkan posisi musuh tertentu seperti pabrik. 


Pada tahun 1958, Industri Kedirgantaraan Xi'an (Xi'an Aircraft Industrial Corporation, XAC) menandatangani perjanjian lisensi produksi dengan Uni Soviet untuk membangun pesawat bomber dengan kapasitas 4 penumpang ini.

Setelah diproduksi di pabrik Xian, pesawat pertama Tu-16 Tiongkok, atau H-6 seperti disebut dalam kode operasional Tiongkok, pertama kali terbang di langit China pada tahun 1959. Pesawat pengebom H-6 Tiongkok juga ditingkatkan dari versi sebelumnya untuk mendukung persenjataan rudal guna memperluas kegunaan medan perang mereka selama beberapa dekade terakhir.

Xian H-6 sendiri memiliki senjata 2 × 23 mm (0,906 in) Nudelman-Rikhter NR-23 meriam di menara punggung terpencil, 2 × NR-23 meriam di menara ventral terpencil, 2 × NR-23 meriam di menara belakang pesawat, dan senjata opsional 1 × NR-23 meriam di hidung pesawat.


Pesawat ini juga hadir dengan 6 atau 7 rudal KD-88 (antikapal atau udara-ke-permukaan), rudal antikapal C-601, rudal antikapal YJ-62 (C-602), rudal antikapal C-301, rudal antikapal C-101, dan rudal jelajah CJ-10A, serta bom tak berpandu yang memiliki berat 9.000 kg. 

Selain China, Angkatan Udara negara Irak dan Mesir juga sempat menggunakan pesawat jenis ini untuk berperang. Namun sejak 1991, H-6 dipensiunkan oleh Irak. Kemudian Mesir mengikuti jejak Iran yang tak lagi menggunakan pesawat ini sejak tahun 2000 lalu.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading