Investor Ini Kritik Aksi Bakar Uang Ojol Gojek & Grab?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
31 January 2020 07:51
Perang tarif dengan bakar uang kerap dilakukan perusahaan ride-hailing.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan rahasia umum lagi kalau perusahaan ride hailing, Grab danĀ Gojek dikenal rajin menerapkan strategi bakar uang dengan diskon tarif atau promo lainnya agar pengguna tertarik. Lalu apa kataNorthstar Group investor awal Gojek?

Co-founder dan ManagingPatnerNorthstar PatrickWalujo mengatakan ia tidak sepakat dengan adanya perang tarif dengan bakar uang yang dilakukan perusahaan ride-hailing.

Menurutnya perang tarif menimbulkan persepsi buruk di masyarakat soal banting harga dan tidak ada kesejahteraan bagi driver (sopir).

"Pada intinya itu tidak sehat. Kalau level playing field-nya sama biarkan kualitas yang bicarakan. Kualitas berdasarkan inovasi dan halnya," ujar Patrick ketika ditemui di Jakarta, Kamis (30/1/2020).


Informasi saja, Gojek beroperasi di Indonesia pada 2010 silam, dua tahun kemudian Grab berdiri dan masuk ke Indonesia pada 2014. Kedua perusahaan ride-hailing ini kini berperang untuk menjadi pemegang di kawasan Asia Tenggara.

Kedua startup ini cukup aktif mengumpulkan dana investor. Gojek sudah mengumpulkan dana lebih dari US$ 3,5 miliar sementara Grab sudah mengumpulkan US$9,1 miliar.

Kedua startup ini juga sudah menyandang status decacorn atau bervaluasi di atas US$ 10 miliar. Gojek memiliki valuasi US$10 miliar, sementara Grab bervaluasi US$ 14 miliar.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading