Skandal Group Lotte Bak Drama Korea: Selir, Korupsi & Tahta

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
26 January 2020 12:16
Pendiri Lotte Shin Kyuk-Ho meninggal dunia dan kini semua masalah terkuat ke publik mulai dari perebutan kekayaan, perselingkuhan hingga korupsi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Shin Kyuk-Ho adalah pendiri raksasa ritel asal Korea Selatan, Lotte Group. Dirinya membangun Lotte Group hingga masuk dalam daftar chaebol terbesar kelima di korea, berdasarka aset dari 95 anak perusahaan.

Shin Kyuk-Ho kini telah tutup usia pada Minggu (19/1/2020) pukul 4:29 sore waktu setempat. Meninggalnya bos Lotte tersebut ternyata menyisakan sejumlah masalah dan problematika.

Seiring dengan kekayaan Group Lotte yang terus tumbuh, (Shin Dong-Bin yang waktu itu menjadi ketua miliarder konglomerat Lotte Group, dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara setelah ia dinyatakan bersalah atas penyuapan pada 2018 lalu) baik dari bisnis retail department store hingga tim baseball Lotte Giants di Busan, masalah keluarga justru membayangi. Bahkan, mungkin tak salah jika masalah tersebut bak drama korea.


Drama Group Lotte awalnya mencuat saat jaksa Korea Selatan memulai penyelidikan yang mengarah kepada putri pertamanya yaitu Shin Young-Ja pada 2016. Penyelidikan tersebut atas tuduhan penggelapan.


Selanjutnya, Chairman Lotte saat ini yang merupakan anak ketiga Shin Kyuk-Ho, Shin Dong-Bin kemudian dipenjara karena kasus suap terkait skandal yang melibatkan mantan Presiden Park Geun-Hye.

Shin Dong-Bin yang waktu itu menjadi ketua miliarder konglomerat Lotte Group, dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara setelah ia dinyatakan bersalah atas penyuapan pada 2018 lalu.

Persidangan Dong-Bin mengikuti skandal pengaruh besar-besaran yang menghebohkan negara dan menjatuhkan pemerintahan mantan Presiden Park Geun-Hye.

Shin Dong-Bin dinyatakan bersalah menyuap orang kepercayaan Park Geun-Hye. Jaksa penuntut mengatakan Lotte menyumbangkan 7 miliar won (US$ 6,4 juta) kepada sebuah yayasan yang terkait dengan teman Park dan menerima lisensi pemerintah untuk bisnis bebas bea sebagai imbalannya.

Sebelumnya, dengan mempertahankan gelar ketua senior, Shin Kyuk-Ho secara resmi menyerahkan operasi sehari-hari Group Lotte itu kepada Shin Dong-Bin pada tahun 2011 silam.

Posisi itu diberikan atas desakan Shin Dong-Bin yang akhirnya mengambil kendali Group Lotte di tengah perselisihan keluarga yang menjadi pembicaraan nasional negeri ginseng itu.

Skandal Group Lotte Bak Drama Korea: Selir, Korupsi & TahtaFoto: Shin Kyuk-ho's. (Ist)

Pada 2015, Shin Kyuk-Ho dan putra sulungnya, Shin Dong-Joo memimpin kudeta direksi untuk menjatuhkan Shin Dong Bin. Namun upayanya gagal.

Ketika kesehatan Shin Kyuk-Ho memburuk pada awal 2016, ia menjadi semakin terpisah dari Group Lotte dan hanya diberikan posisi ketua kehormatan.

Krisis di perusahaan semakin dalam dengan adanya investigasi korupsi. Pada Oktober 2019, Mahkamah Agung menguatkan hukuman penjara yang ditangguhkan untuk Shin Dong-Bin. Beruntung, Shin Dong-Joo juga telah dibebaskan dalam kasus korupsi lainnya.

Tak hanya kasus tersebut, Lotte Group juga diterpa persoalan dengan istri ketiga Kyuk-Ho yaitu Seo Mi-Kyung. Seo Mi-Kyung menikah dengan Kyuk-Ho dan memiliki seorang putri bernama Shin Yu-Mi dari pernikahan tersebut dan ikut dalam perebutan kekuasaan keluarga.

Seo Mi-Kyung dan putrinya memiliki 6,8 persen saham lama di Lotte Holdings, jauh lebih tinggi dari Shin Kyuk-Ho dan kedua putranya. Shin Kyuk-Ho memegang 0,4 persen, sementara Shin Dong-Joo dan Shin Dong-Bin masing-masing memiliki 1,6 persen dan 1,4 persen saham.

Bersama dengan putrinya, Seo Mi-Kyung memiliki saham terbesar di Lotte Holdings, dan juga kontrol antaranya adalah Ketua Grup Lotte Shin Dong-Bin dan perseteruan kakaknya Shin Dong-Joo yang sempat dipublikasikan.

Saham Lotte Holdings milik Seo Mi-Kyung diperkirakan telah ditransfer dari Shin Kyuk-Ho, yang dituduh menghindari sekitar 30 miliar won dalam bentuk pajak. Seo Mi-Kyung juga dituduh menghasilkan keuntungan 77 miliar won dari operasi ilegal toko permen di bioskop Lotte sebelumnya.

Secara luas, gejolak Lotte memicu konflik. Selama puluhan tahun, para aktivis mengkritik dinasti chaebol satu ini yang menggunakan terlalu banyak kekuasaan. Mereka juga dikritik karena menjalankan kerajaan mereka secara buram, dan sering berbenturan dengan kepentingan pemegang saham minoritas.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading