Mirip Huawei, HP Baru di Turki Tak Pakai Gmail & YouTube Cs

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
19 December 2019 06:10
Google mengumumkan kepada mitranya vendor smartphone untuk sementara tidak bisa memberikan lisensi Android pada ponsel baru yang dirilis di Turki.
Jakarta, CNBC IndonesiaGoogle mengumumkan kepada mitranya vendor smartphone untuk sementara tidak bisa memberikan lisensi Android pada ponsel baru yang dirilis di Turki.

Otoritas persaingan usaha Turki menyatakan perubahan kontrak kerja sama yang dilakukan Google tidak bisa diterima dan melanggar hukum persaingan usaha. September lalu, Google didenda 93 juta lira atau setara Rp US$17,4 juta (Rp 234,6 miliar) pada September lalu 


Google dihukum karena dalam kontrak terbaru mitra bisnisnya tidak diizinkan membuat mesin pencarian (search engine) lain sebagai mesin pecarian utama di ponsel android. Google diberi waktu selama 6 bulan untuk melakukan perubahan kontrak dan memulihkan persaingan.


"Kami telah memberi tahu mitra bisnis bahwa kami belum dapat bekerja dengan mereka di ponsel Android baru yang akan dirilis untuk pasar Turki," ujar Google seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/12/2019).

"Konsumen masih dapat membeli perangkat yang ada di pasar dan akan dapat menggunakan perangkat dan aplikasi mereka secara normal. Layanan Google lainnya tidak akan terpengaruh, "katanya, seraya menambahkan bahwa ia bekerja dengan otoritas untuk menyelesaikan masalah.


Selain itu, otoritas pengawas kompetisi mendenda Google sebesar 0,05% dari pendapatannya per hari untuk pelanggaran ini hingga pembenahan dilakukan. Google punya waktu selam 60 hari untuk mengajukan banding atas putusan ini.


Masalah ini bermula dari laporan search engine Rusia, Yandex, yang tidak bisa menjadi mesin pencari utama di ponsel Android.

Kondisi yang akan dialami ponsel di Turki mirip dengan ada di ponsel Huawei Mate 30 Pro. Ponsel yang disebut sebagai iPhone killer diluncurkan ke pasar tanpa aplikasi bawaan Google seperti Gmail, YouTube, Maps dan lainnya karena Google tak memberikan lisensi setelah Huawei dijatuhkan sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNBC]




(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading