Google Blokir Lisensi, HP Baru Turki Tak Bisa Pakai Android

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
17 December 2019 10:19
Google mengumumkan untuk sementara memblokir pemberikan lisensi Android kepada ponsel baru yang akan dirilis di Turki
Jakarta, CNBC IndonesiaGoogle mengumumkan untuk sementara memblokir pemberian lisensi Android kepada ponsel baru yang akan dirilis di Turki. Kebijakan ini diterbitkan setelah otoritas persaingan Turki menyebut perubahan kontrak Google tidak dapat diterima.

Otoritas persaingan usaha Turki telah menjatuhkan sanksi kepada Google sebesar 93 juta lira atau setara Rp US$17,4 juta (Rp 234,6 miliar) pada September lalu karena dinyatakan melanggar hukum persaingan usaha.

Google dihukum karena dalam kontraknya dengan mitra bisnisnya tidak mengizinkan mesin pencari (search engine) lain sebagai mesin pecari utama di ponsel. Google diberi waktu selama 6 bulan untuk melakukan perubahan kontrak dan memulihkan persaingan.


"Kami telah memberi tahu mitra bisnis bahwa kami belum dapat bekerja dengan mereka di ponsel Android baru yang akan dirilis untuk pasar Turki," ujar Google seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/12/2019).

Google Blokir Lisensi, HP Baru Turki Tak Bisa Pakai AndroidFoto: CNBC

"Konsumen masih dapat membeli perangkat yang ada di pasar dan akan dapat menggunakan perangkat dan aplikasi mereka secara normal. Layanan Google lainnya tidak akan terpengaruh, "katanya, seraya menambahkan bahwa ia bekerja dengan otoritas untuk menyelesaikan masalah.


Selain itu, otoritas pengawas kompetisi mendenda Google sebesar 0,05% dari pendapatanya per hari untuk pelanggaran ini hingga pembenahan dilakukan. Google punya waktu selam 60 hari untuk mengajukan banding atas putusan ini.

Masalah ini bermula dari laporan search engine Rusia, Yandex, yang tidak bisa menjadi mesin pencari utama di ponsel Android.

Pada Januari 2019, otoritas persaingan usaha Turki juga telah meluncurkan penyelidikan mengenai apakah Google melanggar hukum persaingan dengan algoritma yang digunakannya untuk pencarian dan menargetkan iklan.

Penyelidikan itu berasal dari keluhan Google Alphabet Inc telah "menyalahgunakan posisi dominannya dan mempersulit perusahaan lain," kata pihak berwenang.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading