Banjir Impor, Bea Cukai Mau Turunkan Ambang Batas Bea Impor

Tech - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
17 December 2019 20:20
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heri Pambudi berencana menurunkan batasan bea masuk barang impor via e-commerce.
Jakarta, CNBC IndonesiaDirektur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi berencana menurunkan batasan bea masuk barang impor via e-commerce. Ia memastikan nantinya barang yang kena bea masuk di bawah US$ 75 atau Rp 1,05 juta (kurs Rp 14.000/US$).

Menurutnya, saat ini pihaknya bersama Kementerian Perdagangan tengah mengkaji penurunan batasan harga khusus perdagangan online tersebut. Namun, untuk nilainya ia tidak menjelaskan lebih detail.


"Untuk tresshold kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Arahan pimpinan sudah jelas akan ada koreksi tapi di titik berapa nanti kita akan tentukan," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (17/12/2019).


Namun, ia memastikan batasan harga barangnya akan lebih kecil dari saat ini. Saat ini barang dengan harga maksimal US$ 75 per pengiriman tidak dikenakan bea masuk.

"Pasti akan turunin, belum kalau untuk berapanya. Pasti (di bawah US$ 75)," kata dia.

Menurutnya, di e-commerce saat ini banyak ditemukan barang-barang dengan harga di bawah US$ 75 dan dikirim langsung dari luar negeri. Ini tentunya mengancam produk lokal yang juga berjualan melalui online.

"Barang Rp 1 juta kan sekarang sudah mulai mempengaruhi pasar dalam negeri, karena produk-produk kita kalau lihat UMKM-UMKM juga rangenya di bawah Rp 1 juta ya. Inilah akan gimana kita koreksi," kata dia.

Apalagi saat ini, transaksi e commerce terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga jika tidak dibatasi maka tidak adil bagi pedagang dalam negeri dengan harga produk yang sama.

"Trennya meningkat ya. Satu tahun itu 45 juta transaksi dari semua e commerce dan itu trennya past meningkat. Tentu semua masukan kita dengarkan dan coba formulasikan kira-kira seperti apa," tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading