Gegara Pajak Digital, Trump Perang Dagang dengan Perancis

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
03 December 2019 10:36
Gegara Pajak Digital, Trump Perang Dagang dengan Perancis Foto: Reuters/Kevin Lamarque
Jakarta, CNBC Indonesia -  Pemerintah Amerika Serikat akan bersiap untuk menaikkan tarif hingga 100% atas barang impor asal Prancis senilai US$ 2,4 miliar, seperti champagne, tas tangan, keju dan produk lainnya. Kebijakan ini dilakukan karena pajak layanan digital oleh Prancis akan merugikan perusahaan teknologi AS.

Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR). mengatakan dari hasil penyelidikan "Bagian 301" menemukan bahwa pajak Prancis tidak konsisten dengan prinsip-prinsip kebijakan pajak internasional yang berlaku.

Serta akan sangat memberatkan bagi perusahaan-perusahaan AS yang terpengaruh, seperti Google, Facebook, Apple, dan Amazon.


Pejabat perwakilan dagang AS USTR, Robert Lighthizer juga akan melakukan hal yang sama pada Austria, Italia dan Turki. Kini penyidikan sedang dilakukan AS pada ketiga negara itu.

"USTR berfokus pada melawan proteksionisme yang berkembang di negara-negara anggota UE, yang secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan A.S.," kata Lighthizer, dikutip dari Reuters, (3/12/2019).

USTR juga mengatakan akan mengumpulkan komentar dari publik mengenai daftar tarif yang diusulkan serta opsi untuk mengenakan biaya atau pembatasan pada layanan Prancis pada 14 Januari 2020, lewat audiensi bersama masyarakat yang dijadwalkan pada 7 Januari. Namun, itu tidak menentukan tanggal efektif untuk berlaku tarif pajak 100% yang diusulkan.

Rencana ini mendapat dukungan dari anggota parlemen AS dan kelompok industri teknologi AS, yang telah lama berpendapat bahwa pajak tersebut secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan AS.

"Pajak layanan digital Prancis tidak masuk akal, proteksionis dan diskriminatif," kata Senator Charles Grassley dan Ron Wyden, dari partai Republik dan Demokrat, pada Komite Keuangan Senat AS, dalam sebuah pernyataan bersama.

Daftar USTR menargetkan beberapa produk impor yang sebelumnya terhindar dari tarif 25% yang dikenakan AS, termasuk anggur, tas tangan, dan produk kecantikan dari brand mewah seperti LVMH atau L'Oreal.

Keju Gruyere, yang juga terhindar dari tarif USTR akan ditargetkan untuk bea masuk 100%, bersama dengan banyak keju lainnya.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading