Mengenal 5G dan Implementasinya di Indonesia

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
02 December 2019 14:51
Mengenal 5G dan Implementasinya di Indonesia Foto: Eric Gaillard / Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia - Era jaringan 5G kini menjadi topik bahasan yang panjang di seluruh dunia, karena disinyalir bakal membawa dampak positif di berbagai bidang.

Dari keterangan Arief Mustakin, Member Board ATSI, menjelaskan bahwa 5G terdiri dari 3 cakupan spektrum yakni low-band, mid-band, dan high-band.

Dilansir dari Digital Trends, Pada low-band, memang menawarkan area yang luas, hanya saja memiliki kelemahan yaitu kecepatan data maksimum hanya mencapai 100Mbps. Untuk mid-band, kecepatan hanya mencapai 1Gbp.


Sementara pada high-band, 5G mampu mentransfer data hingga 10Gbps, namun permasalaha utamanya adalah areanya tidak terlalu luas.


Menurut Arief, infrastruktur 5G masih harus terus dikembangkan dan pemerintah harus dapat mengatur tentang regulasinya. Salah satunya adalah spektrum sharing.

"Setiap operator tidak perlu membangun jaringan 5G-nya sendiri-sendiri, jadi kalau ada infrastruktur company, bangun sekali maka dipakai network bersama-sama lebih efesien," Yessie Yosetya, CTO/CIO XL Axiata, pada acara diskusi di Jakarta, Senin, (2/12/2012)

Dirktur Jenderal SDPPI Kominfo, Ismail mengatakan ada tren peningkatan 5G di Asia Tenggara. DBS melaporkan Indonesia mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam pendapatan data di ASEAN. Namun Indonesia masih tertinggal dalam teknologi 5G.

"Pada 2025 teknologi 5G sudah disiapkan, 5G juga kecepatannya meningkat 3-4 kali lipat dari kecepatan dari jaringan 4G. Untuk bisa mengcover 5G tidak lepas dari infrastruktur dan infrastruktur utamanya adalah perkuat fiber optik," ujar Ismail.

Ismail mengungkapkan dari sisi pendapatan bisnis 5G ada tiga isu penting yang harus diselesaikan. Pertama, internet of things (IoT). Beberapa industri belum menerapkan IoT sehingga operator telekomunikasi harus menyiapkan solusi ini sehingga dapat revenue baru.

IoT merupakan konsep komputasi yang saling terkait dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke komputer. IoT berguna dalam pelacakan logistik, smart city, smart building, hingga agrikultur.

kedua, biaya. Dengan adanya 5G maka biaya yang ditanggung masyarakat lebih mahal, maukah masyarakat Indonesia membayar lebih mahal dengan adanya 5G?

"Ketiga, industri konten. Masyarakat sekarang sudah ada yang mau membayar konten per bulannya. Problem utama bagi para operator telekomunikasi harus membuat model bisnis baru dengan memperbanyak konten karena konten digital ini banyak dinikmati. Bukan hanya jualan bandwitdh juga bisa jualan konten," terangnya.



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading