Internasional

Mulai November, Twitter Larang Iklan Politik

Tech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
31 October 2019 12:34
Mulai November, Twitter Larang Iklan Politik
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Eksekutif Twitter Inc mengatakan bahwa pihaknya akan melarang iklan politik di platformnya. Pelarangan tersebut akan berlaku mulai November 2019.

"Kami membuat keputusan untuk menyetop semua iklan politik di Twitter secara global," kata CEO Twitter Jack Dorsey, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (30/10/2019).


"Kami percaya jangkauan pesan politik harus diraih bukan dibeli,".


Media sosial seperti Twitter bersama Facebook menghadapi tekanan untuk menghentikan beredarnya iklan informasi palsu, yang dapat mempengaruhi pemilihan umum.

Sebelumnya, Facebook mendapat masalah karena propaganda Rusia di platform itu, yang ternyata mempengaruhi hasil pemilihan presiden AS 2016.

Meski demikian, Facebook membuat keputusan untuk tidak mengecek fakta bahwa iklan tersebut dibuat oleh politisi.


Langkah Twitter ini disambut Partai Demokrat AS, yang memang tengah bersaing dengan Partai Republik untuk Pemilu Presiden AS 2020.

"Kami menghargai Twitter yang mengakui menyadari bahwa perlu ada izin untuk sesuatu yang belum terbukti, seperti banyak iklan dari kampanye Trump, yang banyak ditemukan di platform tersebut," kata juru bicara kampanye kandidat calon presiden Partai Demokrat Joe Biden, Bill Russo.

Meski demikian hal ini disayangkan oleh Tim Kampanye pentahana Donald Trump. Brad Parscale, wakil kampanye Trump mengatakan hal ini adalah upaya untuk membungkam kaum konservatif dan keputusan yang bodoh.

"Apakah Twitter juga akan menghentikan iklan dari saluran media liberal yang bias, yang sekarang akan berjalan tidak terkendali karena mereka membeli konten politik yang jelas dimaksudkan untuk menyerang Partai Republik," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah upaya lain untuk membungkam kaum konservatif, karena Twitter tahu Presiden Trump memiliki program online paling canggih yang pernah ada,".

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading