Bukan Pak Menteri, PNS Kemendikbud Panggil Nadiem Mas Menteri

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 October 2019 08:32
Nadiem Makarim resmi dilantik sebagai mendikbud pada Rabu (25/10/2019).
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengunggah kegiatan Mendikbud Nadiem Makarim pada Jumat (25/10/2019) di akun Twitter resmi kementerian @Kemdikbud_RI. Dalam kesempatan itu, Nadiem berkenalan dengan seluruh staf yang akan membantunya dalam bekerja.

Ada satu momen menarik saat Nadiem mengunjungi ruang tata usaha Mendikbud. Di sana, salah seorang PNS Kemendikbud mengatakan bahwa fungsi TU adalah untuk menerima, menyeleksi, dan meneruskan surat kepada Nadiem.

"Seluruh surat ke bapak nanti melalui kami, dicek oleh kami, diarahkan ke pak menteri, mas menteri," ujar PNS tersebut.


Menanggapi penjelasan itu, para PNS di TU Kemendikbud pun tertawa. Tidak terkecuali Nadiem, sang menteri.

"Udah viral ya mas menteri," kata pendiri dan mantan CEO Gojek tersebut.

Nadiem pun melanuutkan perjalanan dengan menyambangi ruang rapat menteri. Di sana, Ia memperoleh penjelasan ruang rapat itu memiliki kapasitas 25 hingga 30 orang.


Setelah itu, Nadiem menyampaikan pertanyaan apakah boleh mengubah tata letak ruang rapat menteri. 



"Kalau misalnya saya mau ubah-ubah sedikit bisa? Untuk bisa menciptakan kantor yang lebih kaya open gitu, bisa?," tanya Nadiem.



"Bisa," jawab sang PNS.

Kemudian di salah satu ruangan, Nadiem mengajak para PNS Kemendikbud untuk wefie. Ia sendiri yang memegang smartphone.

Kegiatan hari itu berakhir dengan Shalat Jumat di Masjid Kemendikbud. Turut hadir eks mendikbud yang kini menjabat sebagai menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Muhadjir Effendy. Keduanya tampak berjabat tangan erat selepas menunai ibadah.

Nadiem dilantik sebagai mendikbud di Istana Kepresidenan, Rabu (25/10/2019). Presiden Joko Widodo mengatakan penunjukkan Nadiem bukan tanpa alasan.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia berada di era disrupsi, era yang sulit dihitung, era sulit dikalkulasi, era yang penuh risiko. Pada era ini perlu penguatan data dan perlu orang yang memiliki pengalaman bagaimana mengelola sebuah data sehingga bisa memprediksi masa depan.

"Big data ini penting untuk masa depan. Ini kenapa pilih Mas Nadiem Makarim," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/10/2019).

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading