Yahoo Ganti Rugi 3 miliar Akun Masing-masing Rp 5 Juta

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
18 October 2019 17:56
Yahoo menawarkan uang pengganti hingga US$358 per akun atau setara Rp 5 juta kepada pengguna yahoo yang emailnya diretas oleh hacker.
Jakarta, CNBC Indonesia - Yahoo menawarkan uang pengganti hingga US$358 per akun atau setara Rp 5 juta (asumsi US$1 = Rp 14.000) kepada pengguna yahoo yang emailnya diretas oleh hacker.

Ini merupakan bagian dari penyelesaian class action (gugatan publik) terhadap Yahoo atas aksi peretasan yang terjadi pada 2013 silam. Aksi yang sama juga terjadi pada 2014 . Ketika itu data pengguna Yahoo dicuri pihak ketiga.

Jumlah korbannya diperkirakan mencapai 3 miliar akun. Total denda yang harus dibayarkan Yahoo mencapai US$117,5 juta (Rp 1,65 triliun).


Yahoo mengatakan manajemen tidak percaya data rekening dan kartu pembayaran telah ditargetkan pada peretasan tahun 2013. Kemungkinan data yang dicuri termasuk nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir dan kata sandi (password), Time melaporkan dan dilansir CNBC Indonesia, Jumat (18/10/2019).


Aksi ini dilakukan setelah Yahoo membayarkan US$700 juta kepada biro kredit Equifax karena peretasan 2017 yang membuat 150 juta data Social Security diambil.

Yahoo mengungkapkan yang mendapatkan uang pengganti adalah akun yang mendapat pemberitahuan soal kebocoran data pada rentan 1 Januari 2012 hingga 2016. Pemilik akun tersebut adalah warga Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Mereka yang memenuhi syarat harus mengajukan klaim ke website yahoodatabreachsettlement.com dan mengirimkan email ke [email protected] Pemilik akun diberi waktu hingga 20 Juli 2020 untuk mengajukan klaim dan bagi yang memenuhi persyaratan akan┬ámendapatkan layanan monitoring kredit gratis selama dua tahun dari AllClear ID.

Selain itu, pengguna Yahoo yang dapat memberikan bukti bahwa mereka dirugikan karena kehilangan banyak waktu akibat pelanggaran data bisa mendapatkan pembayaran pengganti hingga US$25.000.

Penyelesaian ini Belum akan dicairkan hingga sidang terakhir di pengadilan California pada bulan April 2020.

Artikel Selanjutnya

Aduh, Yahoo Mail Down?


(roy/gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading