Internasional

Heboh, Skandal Bunuh Diri Karyawan Facebook

Tech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
16 October 2019 08:43
Heboh, Skandal Bunuh Diri Karyawan Facebook
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang insinyur perangkat lunak Facebook bernama Yin Yin mengaku dipecat oleh perusahaan karena menceritakan tentang kisah bunuh diri rekannya.

Yi Yin mulai bergabung dengan tim inti pertumbuhan Facebook pada bulan Juli. Dia dipecat setelah berpartisipasi dalam protes menuntut keadilan atas rekannya Qin Chen, seorang karyawan yang melakukan bunuh diri di kantor pusat perusahaan pada 19 September.


"Kami membutuhkan kebenaran. Kami membutuhkan penyelidikan yang adil tentang apa yang telah terjadi," kata Yin Yin kepada ABC 7 pada protes 26 September, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (16/10/2019).


Yin Yin mengatakan bahwa dia berbicara dengan pers saat protes berlangsung. Karena dia mendengar desas-desus bahwa Qin Chen mungkin adalah pekerja visa H-1B dan khawatir tentang masa depannya setelah menerima tinjauan kinerja yang buruk oleh atasannya.

Qin Chen bekerja di tim teknik periklanan Facebook, yang menurut Yin Yin terkenal sebagai unit yang penuh tekanan. Yin Yin tidak mengenal Qin Chen, tetapi dia percaya pada rumor yang beredar bahwa Qin Chen diintimidasi oleh manajernya di Facebook.



"Saya benar-benar ingin orang-orang menyadari penyalahgunaan H-1B, dan juga sistem PSC," kata Yin Yin. PSC, atau siklus ringkasan kinerja, adalah sistem tinjauan kinerja Facebook, di mana karyawan melalui ulasan semi-tahunan yang mencakup tinjauan rekan kerja yang luas.

Beberapa karyawan mengkritik sistem untuk menghukum orang yang berkinerja baik. Tetapi tidak berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan rekan kerja.

Yin Yin mengatakan dia bukan satu-satunya karyawan Facebook yang menghadiri protes pada 26 September, banyak rekan yang lain. Namum mereka menyembunyikan lencana karyawan mereka sementara dia tidak.

Yin Yin memberi tahu direktur tim pertumbuhan inti tentang partisipasinya dan menulis ringkasan acara tersebut.
Setelah protes, Yin Yin dihubungi oleh departemen sumber daya manusia Facebook.

"Untuk menghormati privasi (Qi Chen) dan keluarganya, jangan membicarakan insiden tersebut dengan siapa pun terutama di luar perusahaan," demikian bunyi email yang diterima Yin Yin dari Facebook HR pada 26 September.

Yin Yin mengatakan dia menerima surat peringatan terakhir dari tim HR pada 1 Oktober. Pada 3 Oktober, dia bertanya kepada mentor timnya apakah surat peringatan terakhir berarti dia akan dipecat.

Pada 7 Oktober, Yin Yin berkata, dia menerima telepon dari tim HR yang memberitahukan bahwa dia dipecat karena berbicara dengan pers. Ia dinilai membuat komentar yang membuat rekannya merasa tidak nyaman.

"Saya berada di bawah tekanan psikologis yang kuat dari tim HR," Kata Yin Yin.

Dalam sebuah email yang mengkonfirmasi pemecatannya, Facebook juga mengatakan kepada Yin Yin bahwa dia akan diminta untuk membayar kembali sebagian dari bonus yang telah diterima. Yin Yin mengatakan dia baru saja membayarkan bonusnya, sejumlah US$ 39.000 (Rp 554 juta).

Namun dari kerjadian itu, seorang juru bicara Facebook membantah bahwa Yin Yin dipecat karena berpartisipasi dalam protes atau berbicara kepada media tentang kematian rekannya.

"Karyawan ini tidak dipecat karena bergabung dengan protes atau berbicara tentang tragedi baru-baru ini. Selama beberapa minggu dia menunjukkan penilaian yang buruk dalam serangkaian pelanggaran kebijakan. Kami tidak akan membela karyawan kami yang saling mengintimidasi," ujar Jubir Facebook.

Facebook menolak untuk menawarkan perincian lebih lanjut tentang kasus Yin Yin, dengan mengatakan hal ini spesifik dan internal.

Sejak pemecatannya, Yin Yin telah berbicara dengan pengacara yang juga mewakili keluarga Qi Chen. Seperti Qi Chen, Yin Yin berasal dari China dengan visa kerja. Ini membuat dia harus mencari pekerjaan baru pada akhir Januari atau kembali ke negara asalnya.

"Alasan mengapa saya menonjol memprotes dan berbicara kepada media adalah karena saya tidak ingin kejadian Qi Chen entah bagaimana terjadi pada siapa pun lagi," kata Yin Yin.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading