Setelah Ponsel, Perang Teknologi Kini Ada di Wajah Kamu

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
30 September 2019 06:39
Setelah Ponsel, Perang Teknologi Kini Ada di Wajah Kamu
Jakarta, CNBC Indonesia - Rabu pekan lalu (25/9/2019), Amazon dan Facebook sama-sama menyelenggarakan acara untuk menguak tentang masa depan komputasi atau pemanfaatan teknologi komputer.

Di sebuah acara di San Jose, California (AS), Facebook memperkenalkan rencana kacamata augmented reality (AR), di mana penggunanya akan dapat menampilkan tampilan visual apa yang sebenarnya ada di depan mereka. Di Seattle, Amazon mengumumkan Echo Frames, kacamata ringan dengan asisten suara Alexa yang tertanam di dalamnya.


Acara duel yang diselenggarakan oleh dua raksasa internet ini memamerkan bagaimana wajah menjadi medan pertempuran teknologi berikutnya setelah smartphone, tablet, dan perangkat yang terhubung seperti jam tangan. Microsoft, Google dan Apple memiliki pendekatan mereka sendiri untuk augmented reality dan virtual reality.


Tetapi perlombaan ini sangat penting untuk Facebook dan Amazon, karena mereka belum membangun gateway komputasi. Microsoft memenangkan era PC dan sekarang memiliki bisnis tablet, sementara Apple dan Google memiliki sistem operasi seluler yang dominan.

Setelah Ponsel, Perang Teknologi Kini Ada di Wajah KamuFoto: Virtual Reality (IST via CNN)

"Saya telah mengatakan sementara ini augmented reality dan virtual akan menjadi platform komputasi utama berikutnya," kata CEO Facebook Mark Zuckerberg di konferensi Oculus Connect 6 seperti dikutip dari CNBC International, Senin (30/9/2019). "Anda tahu, ada begitu banyak yang dapat Anda lakukan dengan aplikasi tanpa membentuk dan meningkatkan platform yang mendasarinya."

Meski mulai bermunculan, pasar komputasi headset saat ini masih mendapat hambatan salah satunya dari harga yang tinggi. Google menjadi pioneer dalam kacamata AR dengan Google Glass namun gagal menarik minat pengguna.


Namun Google mendapatkan bisnis kacamata komputasinya di jalur perakitan pabrik untuk para pekerja yang ingin bebas genggamannya dari komputer. Sementara itu, produk VR yang lebih berat dari Oculus dan Magic Leap Facebook sebagian besar ditujukan untuk para gamer.

Sebagian besar aplikasi AR yang ada saat ini menggunakan layar dan kamera ponsel, tetapi industri ini akan mengarah ke kacamata AR yang ringan. Kurang dari 1 juta pasang kacamata AR akan dijual pada tahun 2019, jumlah yang bisa meningkat menjadi lebih dari 30 juta pada tahun 2023, menurut perkiraan dari peneliti pasar IDC.


CEO Apple Tim Cook mengatakan perusahaannya telah mengintegrasikan alat AR ke dalam sistem operasi iPhone. Headset AR kedua Microsoft, Hololens 2, diharapkan akan dirilis bulan ini.

"Sekarang ada perlombaan 'senjata' untuk merebut platform komputasi berikutnya." ujar Gene Munster dari Loup Ventures.



(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading