Tak Mau Kalah, Ini Cara Pegadaian Bersaing dengan Fintech

Tech - Lynda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
26 July 2019 12:12
Maraknya industri fintech (financial technology) yang semakin masif, tentunya membuat pemain keuangan konvensional berputar otak.
Yogyakarta, CNBC Indonesia - Maraknya industri fintech (financial technology) yang semakin masif, tentunya membuat pemain keuangan konvensional berputar otak. Ini pula yang sedang dilakukan PT Pegadaian (Persero) yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Direktur Teknologi Informasi Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengaku bahwa perkembangan fintech tidak akan bisa dibendung. Dan, Pegadaian pun mengapresiasi hadirnya fintech dengan mengikuti perkembangan yang ada.

"Kita welcome dengan start-up fintech. Mereka (fintech) enggak bisa dibendung memang kini sudah zamannya. Mereka berkembang dan akhirnya menggunakan undang-undang," kata Teguh saat acara National Media Gathering & Workshop PT Pegadaian (Persero) di Yogyakarta, Jumat (26/7/2019).


Tak Mau Kalah, Ini Cara Pegadaian Bersaing dengan FintechFoto: Direktur Teknologi Informasi Digital Pegadaian Teguh Wahyono (CNBC Indonesia/ Lynda Hasibuan)


Dia menuturkan bahwa perseroan tengah mengembangkan sistem dan teknologi untuk fintech dengan cara menyiapkan kredit scoring. Direncanakan akan resmi rilis pada semester II 2019.

Tidak sekedar itu, Pegadaian juga memilih berkolaborasi sebagai peluang dengan melayani peer to peer landing. Saat ini, Pegadaian lebih memanfaatkan kolaborasi dengan dengan e-commerce karena dinilai efektif.

"Kita pilih strategi dengan menjual emas lewat e-commerce (Tokopedia) kita enggak perlu promosi karena disana sudah terbantu. Masyarakat kini sudah semakin melek teknologi jadi kita harus menangkap peluang," ungkap dia.

Untuk layanan fintech ini, Pegadaian akan menyasar nasabah dari kalangan milenial perkotaan atau urban milenial. Kendati telah memiliki 12,1 juta nasabah, Pegadaian belum menargetkan berapa persen untuk nasabah milenial ini.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading