Ada Hacker Pakai Komputer Rp 497.000 Mampu Retas Data NASA

Tech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
25 June 2019 17:24
Ada Hacker Pakai Komputer Rp 497.000 Mampu Retas Data NASA
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang peretas (hacker) menggunakan komputer Raspberry Pi kecil untuk menyusup ke jaringan Jet Propulsion Laboratory milik lembaga luar angkasa Amerika Serikat (AS) NASA, mencuri data sensitif, dan menyebabkan terjadinya pemutusan sementara sistem penerbangan luar angkasa, ungkap instansi tersebut.

Serangan pada April 2018 itu tidak terdeteksi selama hampir satu tahun, menurut laporan audit yang dikeluarkan pada 18 Juni, dan penyelidikan masih berlangsung untuk menemukan pelakunya.



Raspberry Pi adalah perangkat seukuran kartu kredit yang dijual dengan harga sekitar US$35 (Rp 497.000 dengan asumsi kurs Rp 14.200/US$) yang dihubungkan ke televisi rumah. Alat ini digunakan terutama untuk mengajarkan coding kepada anak-anak dan mempromosikan komputasi di negara-negara berkembang.


Sebelum berhasil dideteksi, peretas itu sempat melakukan exfiltrate 23 file dengan data sekitar 500MB, menurut laporan dari Kantor Inspektur Jenderal NASA, dilansir dari The Star, Selasa (25/6/2019).

Ada Hacker Pakai Komputer Rp 497.000 Mampu Retas Data NASAFoto: Orang-orang bereaksi ketika mereka menonton di layar video pesawat ruang angkasa InSight, pendarat robot pertama NASA yang didedikasikan untuk mempelajari bagian dalam Mars. REUTERS/Brendan McDermid

Data itu termasuk dua file rahasia dari misi Laboratorium Sains Mars, yang menangani Curiosity Rover, dan informasi yang berkaitan dengan Peraturan Lalu Lintas Internasional yang membatasi ekspor teknologi pertahanan dan militer AS.

"Lebih penting lagi, penyerang berhasil mengakses dua dari tiga jaringan JPL utama," menurut laporan itu.



"Para pejabat khawatir bahwa penyerang dunia maya itu bisa bergerak secara lateral dari pintu menuju ke sistem misi mereka, berpotensi mendapatkan akses dan memulai sinyal berbahaya ke misi penerbangan luar angkasa manusia yang menggunakan sistem itu."

Peretasan itu terjadi karena administrator sistem gagal memperbarui database yang menentukan perangkat mana yang memiliki akses ke jaringan.



Akibatnya, perangkat baru dapat ditambahkan tanpa pemeriksaan yang tepat. Dalam menanggapi serangan itu, JPL "memasang agen pemantauan tambahan pada firewall-nya" dan sedang meninjau perjanjian akses jaringan dengan mitra eksternal, kata laporan itu. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading