Ramalan Sri Mulyani: Ini Startup 'The Next Unicorn' dari RI

Tech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
07 May 2019 04:16
Ramalan Sri Mulyani: Ini Startup 'The Next Unicorn' dari RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi digital terus berkembang di Tanah Air. Bukan sebuah hal yang mustahil suatu saat kekuatan ekonomi digital membawa Indonesia berkuasa di Asia.

"Indonesia memiliki visi untuk menjadi 'Energi Digital Asia' pada tahun 2020," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip Selasa (7/5/2019).

"Ini termasuk target untuk mendukung 1.000 techno-preneurs, 1 juta petani dan nelayan, serta sekitar 8 juta perusahaan skala menengah dan kecil untuk digital, dan sekitar 187 desa broadband terintegrasi."


Dijelaskan Sri Mulyani, pemerintah telah meluncurkan roadmap 'Making Indonesia 4.0'. Inisiasi tersebut terdiri dari 10 strategi dari kualitas sumber daya manusia, iklim investasi, kesiapan infrastruktur, serta standar keberlanjutan.




Ada 5 sektor prioritas dalam pengembangan Industri 4.0 di Indonesia, yaitu makanan dan minuman, otomotif, bahan kimia, elektronik, serta tekstil dan pakaian.

"Komitmen Indonesia dalam mendukung era digital juga tercermin dalam peluncuran Agenda Fintech Bali. Diluncurkan pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, ada 12 pilar yang dapat diadopsi oleh negara-negara dalam mengembangkan industri fintechnya."

"Mengingat ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, kami percaya bahwa akan ada unicorn baru dalam waktu dekat."

"Saat ini, kami memiliki sekitar sembilan perusahaan pemula yang terdaftar sebagai Centaur atau startup dengan penilaian lebih dari US$1 00 juta, termasuk OVO (Fintech ), Akulaku (Fintech), dan Blibli (e-commerce)," papar Sri Mulyani.

Ia percaya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki potensi tinggi naik kelas. "Memiliki potensi untuk menjadi Unicorn Indonesia berikutnya."

"Fenomena ini menunjukkan bahwa melalui ekonomi digital dan model bisnis baru, Indonesia dan beberapa negara berkembang memiliki peluang untuk memiliki perusahaan valuasi tinggi," tutup Menkeu.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading