Baterai Bermasalah, Tesla Dituduh Sebabkan Penumpangnya Tewas

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
23 April 2019 14:43
Baterai Bermasalah, Tesla Dituduh Sebabkan Penumpangnya Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, kembali menjadi sorotan setelah salah satu mobilnya meledak tiba-tiba saat diparkir di Shanghai, China, Minggu (21/4/2019).

Tesla mengatakan sedang menyelidiki masalah itu. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan timbul akibat insiden tersebut.

Sebelumnya, perusahaan milik Elon Musk itu sempat digugat karena mobil produksinya meledak dalam sebuah kecelakaan.


Firma hukum asal Chicago, Amerika Serikat (AS), Corboy & Demetrio, mengajukan gugatan terhadap Tesla, Januari tahun ini.


Kantor hukum itu menuduh sedan Model S keluaran tahun 2014 yang diproduksiĀ Tesla dipasangi baterai yang rusak, yang dianggap telah menyebabkan kematian seorang penumpangnya dalam kecelakaan tahun lalu.

Mei lalu, Tesla yang dikemudikan oleh Barrett Riley (18 tahun) dengan Edgar Monserratt Martinez, penumpang lainnya, menabrak dinding beton dan meledak di Fort Lauderdale, Florida. Kecelakaan itu menewaskan kedua remaja itu, menurut gugatan tersebut.

Firma hukum itu mewakili pihak Edgar Monserratt Martinez, seperti dilaporkan CNBC International.

Kurang dari dua bulan sebelum kecelakaan, orang tua Riley memasang limiter (alat pembatas kecepatan) di pusat layanan Tesla untuk mencegah kendaraan melaju dengan kecepatan lebih dari 85 mph. Namun, fitur itu dihapus pada saat dilakukan pengecekan kendaraan lagi ke Tesla tanpa sepengetahuan orang tuanya, jelas firma hukum itu.

Baterai Bermasalah, Tesla Dituduh Sebabkan Penumpangnya TewasFoto: Ist

Kasus tambahan dalam gugatan tersebut menuduh Tesla lalai karena menghapus limiter.

Di dalamnya juga disebutkan bahwa Riley mengendarai mobilnya pada kecepatan 116 mph, sesaat sebelum tabrakan terjadi.

Gugatan itu juga menuduh bahwa Tesla "gagal memperingatkan pembeli kendaraannya tentang kondisi baterai yang berbahaya".



Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS) tahun lalu telah mengatakan mereka sedang menyelidiki kecelakaan itu.

Setidaknya ada belasan kasus yang dilaporkan di seluruh dunia terkait masalah baterai Tesla S yang terbakar ketika terjadi tabrakan dalam lima tahun terakhir, kata firma hukum itu.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.


Saksikan video mengenai mewahnya Tesla Model X berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading