Fakta-fakta Terbaru Gojek dari Sang Founder Nadiem Makarim

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
12 April 2019 08:50
Fakta-fakta Terbaru Gojek dari Sang Founder Nadiem Makarim
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri dan CEO (Chief Executive Officer) Global Gojek Nadiem Makarim mengatakan aplikasi besutannya adalah Super App pertama di ASEAN bahkan di dunia.

"Kami adalah super app pertama di ASEAN bahkan dunia. Di China pun enggak ada aplikasi kayak kita. Kami berbeda dengan WeChat," ujar Nadiem dalam konferensi pers Gojek dan Mitra Juara Gojek 2019, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).



Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Gojek yang disampaikan Nadiem.


1. Memiliki 3 Super App

Ia mengatakan Gojek adalah aplikasi yang memiliki tiga Super App dalam satu platform. Pertama, Gojek app untuk semua transaksi dalam satu aplikasi. Kedua, fitur Go untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dan yang ketiga, aplikasi super untuk mendapatkan pendapatan dan pekerjaan.

Nadiem menambahkan bahwa Gojek akan terus mendalami strategi super app yang telah mereka miliki untuk terus dikembangkan.



"Strategi super app akan didalami. Kami punya tiga pilar besar. Yakni, transportasi manusia, logistik dan makanan serta yang paling besar adalah payment dan financial services. Keuangan adalah critical problem yang harus diselesaikan," jelasnya.

Super App adalah aplikasi yang menawarkan berbagai layanan di dalam satu platform. Dengan menjadi super app pengguna tidak perlu lagi berpindah aplikasi untuk memenuhi kebutuhannya.

Gojek memiliki 1,5 kali lipat pengguna aktif dibandingkan kompetitornya

Nadiem mengatakan Gojek yang berawal dari call center dengan 20-30 mitra driver dalam 7 tahun terakhir telah tumbuh dengan pesat. Kini Gojek sudah menjadi aplikasi yang digunakan di regional dengan 1,7 juta mitra driver dengan 300 merchant. Ia juga mengklaim bahwa Gojek memiliki active user terbanyak dibanding pesaingnya.

Fakta-fakta Terbaru Gojek dari Sang Founder Nadiem MakarimFoto: CNBC Indonesia TV

"Sekarang Gojek sudah jadi aplikasi yang dipakai di regional. Kami memiliki 1,7 juta mitra driver dengan lebih dari 300 merchant, 600 penyediakan layanan untuk hidup yang lebih sejahtera," kata Nadiem.

"Kami punya active user terbanyak, sudah 1,5 kali lipat dari 'sebelah' (kompetitor. Gojek jadi aplikasi ride-sharing yang digunakan di Indonesia dan regional," tambahnya.

3. Gross transaction value Gojek naik 13,5 lipat dalam 2 tahun

Nadiem menambahkan saat ini GoFood sudah menjadi layanan pengantaran makanan nomor 3 di dunia dan layanan uang elektronik (Gopay) paling banyak digunakan di Indonesia mengungguli transaksi e-commerce atau kompetitor terdekat.

"GTV (Gross transaction value / nilai transaksi dalam platform) sudah naik 13,5 kali lipat dibanding tahun 2016 hingga 2018. Di 2018, GTV Gojek tembus diangka US$9 miliar atau mencapai sekitar Rp127 triliun pada 2 miliar transaksi selama setahun," jelas Nadiem.


4. Gojek menjadi kosakata

Nadiem Makarim mengatakan salah satu yang mengharukan adalah ketika Gojek menjadi kosakata yang lazim dipakai masyarakat.

"Yang bikin terharu adalah bagaimana bahasa term gojekin aja, gofoodin aja, itu sudah jadi kosakata di kultur kita. Bukan hanya di Jakarta, itu sudah jadi terminologi jadi bagian kultur dan bagian akivitas kita. Berdasarkan analisa pihak ketiga menempati top of mind untuk konsumen," jelas Nadiem dalam konferensi pers GOJEK dan Mitra Juara GOJEK 2019, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

5. Visi Gojek ke depan

Nadiem mengungkapkan visi perusahaan untuk memanfaatkan teknologi telah mengatasi masalah sehari-hari dan membawa dampak positif bagi masyarakat, pasar, ekonomi dengan pertumbuhan.

"Menang di Indonesia, menang di Asia Tenggara. Gojek akan terus memperkuat posisinya di masyarakat Indonesia. Tanpa dukungan masyarakat, driver, mercahant dan UKM tidak akan ada Gojek," ujar Nadiem.


Saksikan video pernyataan Nadiem berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading