Tak Hanya Go-Jek & Grab, Startup Berlomba jadi Supper App

Tech - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
28 March 2019 09:24
Tak Hanya Go-Jek & Grab, Startup Berlomba jadi Supper App
Jakarta, CNBC Indonesia - Para startup raksasa di Asia Tenggara sedang berlomba-lomba menjadi Super App (aplikasi super) setelah booming ekonomi digital yang didorong oleh e-commerce.

Super App memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan dalam satu aplikasi dan tak perlu pindah ke aplikasi lain melalui jaringan seluler. Sampai akhirnya Super App menciptakan ketergantungan kepada pengguna akan satu aplikasi saja untuk memenuhi semua kebutuhan pengguna, dan start-up tersebut akan mampu memenangi pasar.

"[Saat ini terjadi perlombaan untuk menjadi aplikasi super di ASEAN," ujar Varun Mittal dari konsultan EY dalam diskusi panel Credit Suisse Asian Investment Conference di Hong Kong, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (27/3/2019).

"Langkah pertama yang dilakukan melalui pembayaran digital," ujar Varun Mittal. "Menggantungkan pendapatan pada sistem pembayaran saja bukan bisnis yang layak."


Nilai ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan melebih US$ 240 miliar di 2025, menurut riset Google dan Temasek Holdings. Laporan itu mengatakan saat internet seluler jadi lebih terjangkau, bisnis di sektor berbagi tumpangan (ride hailing) dan e-commerce akan semakin meningkat.

Tahun 2018, ekonomi internet di Asia Tenggara capai US$72 miliar, naik 37% dari tahun sebelumnya.

Sektor ride-hailing terus meningkat popularitasnya yang dipimpin oleh Go-Jek dan Grab Holdings.

"Definisi saya, super apps adalah semua transaksi atau layanan (dalam) satu pintu," kata Founder dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim seperti dikutip dari detikinet, Rabu (27/3/2019).

Bagi Nadiem, menjadi super app merupakan hal yang penting. Sebab, pada akhirnya pengguna ingin aplikasi yang sederhana dan menginginkan efisiensi.

Berkaca pada pengalaman Go-Jek, saat ini aplikasi Go-Jek menyediakan lebih dari 18 produk dalam aplikasinya, termasuk layanan pemesanan kendaraan dengan 2 juta mitra driver.

Nadiem menambahkan, Go-Jek dan WeChat merupakan aplikasi yang menawarkan berbagai layanan dalam satu aplikasi namun ada hal penting yang membedakan keduanya.

"WeChat itu social platform yang bisa memfasilitasi beberapa pemain-pemain lain yang masuk ke dalam ekosistemnya. GoJek beda. Kalau Go-Jek semua memang layanannya punya Go-Jek," jelas Nadiem.

Dengan gencar akuisisi, kini Go-Jek melangkah pasti menjadi Super Apps. Akuisisi dapat menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan masalah konsumen.

CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mengatakan dengan menjadi sebuah Super Apps, pihaknya harus memastikan menemukan perusahaan lain yang berusaha memecahkan suatu masalah yang lebih baik.

"Mungkin mereka memiliki solusi lebih baik dibandingkan Anda, itulah yang kami temukan di Mapan,perusahaan yang saya dirikan. Itu juga hal yang kami temukan di Midtrans. Midtrans adalah suatu gateway dan tempat pembayaran online," kata Aldi, dalam wawancaranya dengan CNBC Indonesia TV, pekan lalu.

Dengan menempatkan akusisi sebagai alat untuk melengkapi ekosistem, Go-Jek sekaligus Go-Pay sebagai perusahaan pembayaran bukan hanya fokus melayani konsumen, tetap juga bagi mitra dagang. Aldi menegaskan, Go-Pay mampu memberikan solusi pembayaran untuk segala kebutuhan mereka.

"Kami juga merupakan super app bagi para mitra driver. Sehingga, segala hal yang membantu kami untuk melayani konsumen dengan lebih baik, kami akan berusaha untuk bekerja sama dengan mereka, atau bahkan melakukan akuisisi," ujarnya.

Perlu diketahui, super app yang pertama di dunia adalah WeChat.

WeChat merupakan aplikasi perpesanan milik Tencent Holdings. Tetapi kini WeChat sudah melampaui fungsi awalnya dan menyediakan berbagai layanan bagi penggunannya.

Layanan yang diberikan WeChat kepada penggunanya tidak terbatas pada perpesanan (messaging), namun meluas kepada pembayaran (payment), mini-programs, gaming hingga top-up. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading