Perkembangan Teknologi

Perubahan Teknologi, Jokowi: Dulu Teratur, Kini Acak Kadut

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
04 March 2019 12:56
Perubahan Teknologi, Jokowi: Dulu Teratur, Kini Acak Kadut
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada ratusan siswa SMA Taruna Nusantara di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi kembali berbicara bagaimana kecepatanĀ perubahan teknologi bisa mengubah kehidupan manusia. Dunia yang dulu teratur, kini seakan dipaksa berubah.

"Dunia sudah berubah. Dulu sangat teratur, menjadi acak-acak karena perubahan teknologi yang sangat cepat," tegas Jokowi.


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengambil contoh konkret dari dampak dariĀ media sosial yang tak hanya berinteraksi atau mendapatkan informasi, namun juga mengacaukan pikiran manusia.


"Kita tau keterbukaan lewat medsos masuk hampir ke semua negara, tidak bisa dibendung. Sehingga terjadi disrupsi teknologi," kata Jokowi.

"Harus sadar mau tidak mau sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari. Makan, tidur, kita buka medsos. Masuk informasi dari dalam dan luar negeri. Masuk ke dalam pikiran kita, dan bisa mengacaukan pikiran usang menjadi baru," jelasnya.

Perubahan ini, sambung kepala negara, mau tidak mau harus teraplikasikan dari sisi pendidikan yang diterima pelajar. Pemerintah tak ingin, pelajar tak mendapatkan bekal pendidikan yang cukup dalam menghadapi perubahan teknologi.

"Boarding school 24 jam memberi keleluasaan belajar lebih banyak. Apalagi di era digital, belajar bisa di mana saja. Sumber belajar mudah diperoleh. Mau tanya apa, tinggal googling," jelasnya.

Jokowi menitipkan pesan kepada ratusan siswa agar betul-betul memahami perubahan teknologi yang saat ini bahkan bisa mengancam angkatan tenaga kerja. Siswa, sambung dia, pun harus segera berbenah diri.

"Sekali lagi disrupsi. Perubahan yang sangat digital. Semua yang tidak siap, pasti bingung. Revolusi 4.0 sudah masuk, dan kita harus antisipasi," katanya.

"Bayangkan, advance robotic. Semua industri pakai, bisa kita bayangkan. Kalau kita tidak siap, masa depan seperti apa?," ungkap bekas Walikota Solo itu.

Saksikan video tentang mimpi Indonesia masuk 40 besar negara paling ramah dalam bisnis di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading