Catat! Fintech Bukan Ancaman Bagi Bank Mandiri

Tech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
09 January 2019 16:26
Catat! Fintech Bukan Ancaman Bagi Bank Mandiri
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah menjamurnya layanan pembayaran non-tunai berupa financial technology (fintech) tidak membuat Bank Mandiri merasa terancam.

Senior Vice President Transaction Banking and Retail SalesĀ Bank Mandiri Thomas Wahyudi menegaskan, fintech dan Bank Mandiri memiliki perbedaan strategi dalam menjaring konsumen.

Dalam hal promosi misalnya, kata Thomas, promosi Bank Mandiri tidak sama dengan strategi para fintech dalam menjaring konsumen. Bank Mandiri memilih lebih banyak membangun e-cash, seperti Mandiri e-money.


"Kita beda strategi. Memang kita tidak harus sama. Kalau kita strateginya perbanyak bangun e-cash, seperti e-money," kata Thomas di Kantor Pusat Bank Mandiri, Rabu (8/1/2019).

Hari ini misalnya, dalam kerjasamanya dengan PT Pos Indonesia, Bank Mandiri hanya membebaskan biaya administrasi dalam pengisian (top up) Mandiri e-money.

Pemilik kartu Mandiri e-money dibebaskan biaya administrasi yang biasanya Rp 1.500. Promosi berlaku mulai hari ini hingga akhir Januari.

"Kita promosi ada, tapi Gimmick seperti top up bayar di outlet Pos digratiskan biaya administrasinya," kata Thomas.

Thomas menambahkan, tidak ada yang diebut kompetitor dalam persaingan bisnis pembayaran nontunai. Industri saling gandeng untuk meningkatkan cashless society.

"Kuenya ini sangat besar di Indonesia. Kita tidak bisa sendirian," ujarnya.

SEVP Consumer and Transaction Bank Mandiri, Jasmin, mengungkapkan industri pembayaran nontunai seperti e-money sifatnya mendukung regulator dalam menciptakan masyarakat cashless.

Senada dengan Thomas, Jasmin juga menyebut pihaknya lebih banyak menerbitkan kartu e-money sebanyak-banyaknya dan mempermudah sarana pengisian ulangnya.

"Masih banyak transaksi cash yang harus kita convert ke non-cash sebenarnya," tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading