William Tanuwijaya Cuma Pegang 5% Saham Tokopedia?

Tech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
12 December 2018 11:46
William Tanuwijaya Cuma Pegang 5% Saham Tokopedia?
Jakarta, CNBC Indonesia - Tokopedia akhirnya merilis pendanaan baru sebesar US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 15,95 triliun (asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.500).

Mengutip publikasi yang disampaikan Tokopedia, Selasa (12/11/2018), pendanaan ini dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group dengan partisipasi Softbank Ventures Korea, serta investor-investor Tokopedia sebelumnya.

Baru-baru saja, sebuah dokumen terungkap siapa saja pemodal di balik marketplace tersebut. CNNIndonesia.com menulis, media KrAsia mendapat dokumen struktur perusahaan dan pemegang saham Tokopedia dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Pemilik dan Pendiri Tokopedia Cuma Pegang 5% Saham?Foto: detikINET/Irna Prihandini


Dokumen itu menyebutkan PT Tokopedia merupakan perusahaan investasi asing yang memiliki modal dengan total Rp 339,17 miliar (Rp339.171.883.000). Modal ini didapat dari total enam putaran investasi, seri A hingga F.

Pemegang saham tertinggi di Tokopedia dipegang oleh SVF Investment (UK) Limited atau SoftBank Vision Fund tercatat yang paling besar memegang saham Tokopedia sebesar 29,45% di mana masuk pada putaran ke-6.

Sedangkan Taobao China Holdings, perusahaan di bawah Alibaba menguasai 25,19%. Dokumen tersebut juga menyebutkan pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya dan wakilnya Lenotinus Alpha Edison masing-masing memegang sekitar 5,6% dan 2,3% dari total saham yang dikeluarkan.

Beberapa pemegang saham lain yang nilainya di bawah 10% di antaranya; SB Group (Di antaranya SB Global Champ Fund, SB Global Star, SBI Ven Holding) menguasai 8,85%. Sementara SCI Investment, Sequoia Capital India memiliki 9,67%.

Sayangnya, CNBC Indonesia belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak Tokopedia setelah mencoba melakukan komunikasi.

Konfirmasi ke BKPM melalui Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis juga tidak mendapatkan respons saat ini.

Kasubag Peliputan dan Media BKPM, Iwan Ungsi menyatakan bahwa data yang dicatut dalam pemberitaan itu bukan milik BKPM.

"Datanya bukan dari BKPM. Kami nggak punya data series (pendanaan) shareholder seperti dituliskan," demikian keterangan Iwan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.
(dru/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading