Cryptocurrency

Penipuan Uang Digital Marak di London, Pakai Foto Artis

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
17 August 2018 21:03
Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ether tidak diatur di Inggris, dan otoritas telah menerima pengaduan tentang investasi cryptocurrency bodong.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penipuan berkedok mata uang digital (cryptocurrency) menggunakan gambar selebriti dan alat kantor di wilayah kelas atas London terus meningkat. Hal ini merupakan pernyataan dari Financial Conduct Authority Inggris.

Peringatan itu, yang dibuat pertama kali pada bulan Juni, diposkan ulang di situs web FCA pada hari Jumat (17/8/2018) seperti dikutip dari CNBC International.

Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ether tidak diatur di Inggris, dan FCA mengatakan telah menerima peningkatan jumlah laporan tentang penipuan investasi yang mengklaim menawarkan pengembalian yang tinggi.


"Penipuan investasi terkait cryptocurrency telah menargetkan konsumen Inggris," kata FCA dalam sebuah pernyataan.

"Penipu cryptocurrency cenderung beriklan di media sosial, sering menggunakan gambar selebriti atau individu terkenal untuk mempromosikan investasi cryptocurrency."

Link iklan ke situs web untuk investasi menggunakan cryptocurrency atau uang tunai tradisional.

"Perusahaan-perusahaan yang melakukan penipuan biasanya berbasis di luar Inggris tetapi akan mengklaim memiliki operasional Inggris, seringnya merupakan alamat Kota London yang bergengsi," kata FCA.

Mengingat cryptocurrency tidak diatur, konsumen tidak mungkin mendapatkan uang mereka kembali, dan tidak dilindungi oleh skema penjaminan jasa keuangan, kata pengawas.


Artikel Selanjutnya

Akankah Bitcoin Diperdagangkan di Atas Rp 108 Juta/Koin?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading