Perusahaan Fintech Tak Lagi Boleh Pakai Logo OJK di Situsnya

Tech - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
03 March 2018 12:12
Perusahaan Fintech Tak Lagi Boleh Pakai Logo OJK di Situsnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan aturan terbaru mengenai perusahaan Fintech (Financial Technology/Teknologi Finansial). Salah satunya, perusahaan Fintech tak boleh lagi memakai logo OJK dengan tagline terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Fintech ini bukan lembaga jasa keuangan. Hanya perusahaan biasa saja penyedia platform yang menghubungkan antara pemodal dan peminjam. Nanti tidak boleh lagi pakai logo OJK," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam diskusi bersama Redaktur Media Massa Nasional, di Bandung, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Wimboh, OJK hanya mengawasi dan mengatur khusus jasa keuangan. Perusahaan Fintech ini, lanjutnya diatur hanya melalui kewenangan OJK di perlindungan konsumen.


"Untuk itu demi konsumen kita mengaturnya. Perusahaan Fintech harus transparan, dijelaskan perusahaan apa, risikonya apa dan bahkan sampai fee dan pricingnya seperti apa," ungkap Wimboh.


Wimboh menegaskan, OJK tidak akan bertanggungjawab jika nantinya ada perusahaan Fintech yang bangkrut dan terjadi fraud dalam prosesnya. Menurut Wimboh, masyarakat harus paham akan hal ini karena Fintech bukanlah jasa keuangan.

"Jangan nanti meminta ganti rugi ke OJK. Fintech yang harus bertanggungjawab bukan OJK. OJK akan mengatur lebih dalam agar masyarakat tak tertipu karena kita tahu kan ini Fintech hanya platform saja," paparnya.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading