Cerita Nyoman Keluar dari Jerat Rentenir Jahat

Syariah - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
06 April 2022 18:40
Logo btpn syariah

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyoman Yayu (55 tahun) tak menyangka bisa keluar dari jerat renternir dan bank keliling. Nasabah BTPN Syariah itu kini bisa hingga mengantongi omzet Rp3 juta-Rp4 juta per hari.

"Dulu, saya terlilit rentenir dan bank keliling. Saya enggak nyangka bisa jualan ikan segar sampai 75 kilogram (kg) per hari," ceritanya lirih dari lapak sederhana seluas 15 meter persegi di pinggir Jalan Dalung, Kuta Utara, Bali.

Desak bercerita soal pengalamannya terjerat rentenir dan bank keliling saat memulai usahanya beberapa tahun lalu. Ketika itu, ia masih berjualan canang atau sesajen untuk umat Hindu yang bersembahyang.

Alih-alih untung, usaha yang menjadi satu-satunya mata pencarian Desak malah buntung untuk menutup utang dan bunga 'selangit' di rentenir dan bank keliling. "Kapok, saya kapok pernah ke rentenir atau bank keliling," lanjutnya.

Barulah ia berkenalan dengan BTPN Syariah. Di sana, ia dan ibu-ibu lainnya mulai belajar tentang pengelolaan uang, termasuk mengelola usaha yang dilakoninya, serta utang. Tidak hanya sekadar mengajukan pinjaman untuk ekspansi usahanya.

"Saya jadi semakin semangat berusaha," kenang ibu dua anak tersebut.

Sejak 2020 lalu, Desak tercatat sudah mengajukan empat kali pembiayaan ultra mikro. Berawal dari pinjaman Rp3 juta, setelah lunas, ia kembali meminjam Rp15 juta. Pembiayaan kedua lunas, ia pun mendapatkan kenaikan plafon Rp20 juta, dan menjadi Rp30 juta pada pembiayaan keempat.

Simak Selengkapnya di Sini >> Nasabah Non-Muslim Lengket dengan Bank Syariah, Alergi Rentenir






[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading