BRIsyariah Bantu Pengusaha Tahu Bertahan di Tengah Pandemi

Syariah - dob, CNBC Indonesia
23 August 2020 18:21
Dok: BRIsyariah

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua pelaku UKM terganggu akibat pandemi COVID-19. Di beberapa industri tertentu, pelaku UKM masih bisa bertahan dari ancaman pandemi. Apalagi, jika sudah lama ditunjang dari pembiayaan sektor perbankan.

Hal itu diceritakan oleh Dadan, seorang pengusaha UKM yang memiliki pabrik tahu rumahan di Bekasi Jawa Barat yang sudah menjadi nasabah BRIsyariah selama 12 tahun. Dadan mengawali usahanya sebagai pedagang tahu, yang kemudian memberanikan diri untuk memulai usaha pembuatan tahu sendiri.

Dadan bersyukur saat wabah pandemi COVID-19 usahanya tidak terlalu terganggu. Hal itu karena tahu merupakan makanan pokok dan kepandaian Dadan dalam mengatur cashflow. Uang hasil usaha tahunya sebagian ditabung sehingga bisa tetap survive dari ancaman pandemi.


"Alhamdulillah tidak terganggu. Sejauh ini masih stabil karena tahu kan makanan pokok. Bahkan sempat naik sekitar Hari Raya Idulfitri kemarin. Saya juga masih ada tabungan jadi masih bisa menutup semua kebutuhan usaha," ujar Dadan.

Dadan telah menjadi nasabah pembiayaan mikro BRIsyariah sejak tahun 2008. Berkat pembiayaan mikro dari BRIsyariah, usahanya terus berkembang dari kelas mikro sekarang sudah masuk skala kecil-menengah. Dadan kini memiliki pabrik tahu sendiri dan memperkerjakan hingga puluhan orang pegawai.

Dadan mengaku puas selama menjadi nasabah BRIsyariah. Baginya, pembiayaan dari sektor perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan usahanya serta membentuk pondasi yang kuat sehingga usahanya tidak terlalu terganggu ketika dalam situasi pandemi seperti ini.

"Awalnya saya pinjam hanya Rp40 juta, lalu meningkat jadi Rp50 juta, Rp70 juta, meningkat terus sampai sekarang seiring usaha saya yang semakin besar. Saya sangat puas, sejauh ini tidak ada keluhan dan berjalan dengan lancar selama menjadi nasabah BRIsyariah. BRIsyariah berperan sangat besar untuk usaha saya, saya berterima kasih kepada BRIsyariah," ujar Dadan.

Dadan kini telah memproduksi 4 kuintal kacang kedelai, menghasilkan 3-4 kuintal tahu. Sekarang Dadan telah memiliki 7 orang produksi dan 40 orang untuk bantu jualan keliling. Penjualan paling jauh sampai ke Depok, Cikarang, Cibinong, dan perbatasan Bogor. 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading