Punya Potensi Rp 230 T, Zakat yang Terkumpul Baru Rp 8 T

Syariah - Cantika Adinda Putri , CNBC Indonesia
13 November 2019 14:27
Punya Potensi Rp 230 T, Zakat yang Terkumpul Baru Rp 8 T Foto: Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Isef 2019 (CNBC Indonesia/Cantikadinda)
Jakarta, CNBC Indonesia - Guna mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, segala upaya dilakukan oleh pemerintah. Baik itu dengan cara memajukan industri halal atau dengan mendorong pendanaan berbasis sosial.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, bahwa dirinya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar keuangan syariah menjadi pusat keuangan syariah dunia. Saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang menerbitkan sukuk terbesar atau biasa disebut dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Sayangnya, lanjut Ma'ruf perbankan, asuransi, dan pasar modal berbasis syariah di Indonesia masih lesu. Oleh karena itu, untuk menjadikan ekonomi syariah sebagaiĀ arus ekonomi baru, pemerintah ingin jadikan Indoensia menjadi negara produsen produk halal yang bisa tersebar ke seluruh dunia.




"Saya ingin dorong agar industri halal di Indonesia berkembanga. Juga masalah keuangan syariah. Salah satu yang ingin kita dorong adalah social fund, misalnya zakat dan wakaf," ujar Ma'ruf di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JCC, Rabu (13/11/2019).

"Zakat kita masih 3,5% atau sebesar Rp 8 triliun. Padahal potensi zakat kita lebih dari Rp 230 triliun. Oleh karena itu, akan kita dorong," jelas Amin.

Selain itu, dengan bisnis syariah, pemerintah akan mengubah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, dengan menguatkan kelembagaannya dan menguatkan sasaran-sasaranya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading