Surat Utang Syariah Ketengan Dirilis, 'Berbunga' 8,05%

Syariah - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 March 2019 15:22
Surat Utang Syariah Ketengan Dirilis, 'Berbunga' 8,05%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini merilis surat utang syariah atau sukuk bagi investor ritel dengan seri SR-011. Masa penawaran instrumen tersebut berlangsung pada 1-21 Maret 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman menyatakan, penerbitan sukuk ritel tersebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN 2019 yang defisit sebesar Rp 259 triliun.

Dijelaskan Luky, instrumen ini bisa dibeli investor ritel mulai Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. "Ini Insyaallah aman. Imbal hasil sangat menarik 8,05%. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder," kata Luky di Hotel DoubleTree Cikini, Jakarta, Jumat (1/3/2019).


Selain itu, kata dia, melalui instrumen tersebut diharapkan bisa memperluas basis investor di pasar domestik, mendukung pengembangan keuangan syariah, dan memperkuat pasar modal domestik.

"Melalui SR-011 pemerintah turut memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan," kata dia.

Sebagai gambaran, sejak Januari hingga Maret 2019 ini Kementerian Keuangan telah menerbitkan 3 jenis SBN untuk investor ritel. Yaitu, SBR-005, ST-003 dan SR-011. Secara keseluruhan tahun ini, Kemenkeu rencanananya bakal menerbitkan 10 intrumen SBN untuk investor ritel.

Adapun untuk bentuk dan karakteristik sukuk negara SR-011 ini tanpa warkat, dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua periode imbalan sejak tanggal 11 Juni 2019 dan hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik. Instrumen ini akan jatuh tempo pada 10 Maret 2019. Untuk underlying assetnya adalah barang milik negara (BMN) dan proyek APBN tahun 2019.

Tanggal pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya.

Prosesnya pemesanan pembelian SR-011 dilakukan melalui tahapan pembukaan rekening, penyediaan dana senilai pemesanan, pengisian formulir pemesanan dan penjatahan setelmen.

Kementeu telah menunjuk 22 mitra beberapa mitra distribusinya, yaitu Citibank N.A Indonesia, BRISyariah, BCA, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, DBS Indonesia. HSBC Indonesia, Bank Mandiri, Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Muamalat, BNI, OCBC NISP, Panin, Bank Permata, BRI, Bank Syariah Mandiri, BTN, CIMB Niaga, Stantard Chartered. Untuk perusahaan sekuritas yaitu MNC Sekuritas, Trimegah Sekuritas.






Simak Video Keuangan Syariah Masih Lemah:
[Gambas:Video CNBC]



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading