Terkendala Modal, Spin Off Unit Syariah Bank Jatim Mundur

Syariah - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
25 October 2018 15:13
Terkendala Modal, Spin Off Unit Syariah Bank Jatim Mundur
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim masih melakukan proses pemisahan unit usaha syariah (UUS) miliknya atau spin off menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Direktur keuangan Perseroan Ferdian Timur mengatakan proses tersebut diperkirakan rampung pada Oktober 2019, saat ini Bank Jatim masih terkendala penyetoran modal yang harus diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Sebelumnya, perseroan menargetkan spin off UUS dilakukan tahun ini dan menjadi anak usaha bank syariah dengan modal minimal Rp 1 triliun dengan kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II.


"Sebagai aturannya kami BUMD kan harus memasukkan 51% atau Rp 525 miliar setorannya dari Pemda. Sedangkan saat ini masih dalam proses karena kan kebijakan di pemerintahan daerah itu baru ya, jadi kami sedang siapkan," ujarnya di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Kamis (25/10/18).

Sementara perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus diproses oleh perseroan, diantaranya data terkait rencana spin off mulai dari data-data yang diperlukan hingga daftar kepengurusan.

"Koordinasi tetap dilakukan dengan OJK ya, karena nanti kalau ada evaluasi atau aada yang tidak sesuai tinggal kami koordinasikan lagi. Jadi ini masih nunggu dari posisi Pemda saja, karena semua kewajiban sudah kami penuhi semua," ungkap Ferdian.

Rilis QR Code
Bank Jatim berenana untuk menerbitkan layanan pembayaran berbasis teknologi quick response (QR) Code pada akhir tahun atau Desember 2018.

Untuk fokus ke layanan tersebut, Bank Jatim mengalokasikan modal investasi senilai Rp 43 miliar untuk belanja teknologi informasi (IT) yang dikembangkan oleh tim internal perseroan.

"Jadi ini kami kembangkan sendiri, jadi konsepnya lewat mobile banking, kalau lewat kartu kan kalau lupa bisa ilang kan Rp 1 juta misalnya. Jadi ini QR Code akan di sinkronisasikan dengan pembayaran, jadi lebih memudahkan konsumen," ujar Ferdian.

Sedangkan hingga saat ini, proses perizinan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengembangan jaringan dan teknologi QR Code masih terus dilakukan oleh Bank Jatim.

"Jadi ini bagian dari pengembangan digital kami, proses yang dilakukan masih pengembangan dari teman-teman IT kami untuk bisa connect antara interface switching dengan mobile banking yang kami punya," tambahnya. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading