MARKET DATA
Newsletter

10 Kabar Genting Bayangi RI, AS-China Siapkan Pengumuman Besar

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
09 November 2026 06:25
Gedung New York Stock Exchange (NYSC) di Wall St, New York, AS. (Dok. Pexels)
Foto: Gedung New York Stock Exchange (NYSC) di Wall St, New York, AS. (Dok. Pexels)

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (6/11/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Saham-saham teknologi kembali diburu setelah aksi jual tajam sehari sebelumnya, mengangkat Nasdaq Composite dan S&P 500. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average kembali melemah.

Nasdaq Composite naik 1,09% ke 24.579,42, mencatat penguatan terbesar di antara tiga indeks utama Wall Street. S&P 500 menguat 0,31% ke 7.376,86, sedangkan Dow Jones turun 237,33 poin atau 0,46% ke 51.285,73.

Saham Chip Bangkit, Nvidia Naik 2,8%

Saham Nvidia menguat 2,8% dan menjadi penyumbang terbesar kenaikan S&P 500. Rebound tersebut memulihkan sebagian kerugian Nvidia pada Kamis, ketika saham produsen chip itu anjlok 9,3%.

Aksi jual sehari sebelumnya juga menekan saham Advanced Micro Devices (AMD), yang jatuh 17,3% dalam satu sesi.

Penguatan pada Jumat juga terjadi pada Lam Research. Saham pemasok peralatan semikonduktor itu melesat 8,2% setelah perusahaan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai hingga US$25 miliar. Pemulihan saham chip membantu Nasdaq bangkit lebih cepat dibandingkan S&P 500.

Reli Usai Pemilu Sela AS Hanya Bertahan Sehari

Wall Street sempat melonjak pada Rabu setelah hasil pemilu sela AS, dengan Dow Jones naik sekitar 1.569 poin. Namun, kenaikan itu terhapus sehari kemudian ketika Dow jatuh 1.833 poin. Tekanan jual juga meluas ke seluruh 11 sektor S&P 500, dengan sektor teknologi mencatat penurunan paling dalam.

Investor mencermati kemungkinan pembangunan pusat data melambat menyusul kemenangan Partai Demokrat. Sejumlah kandidat Demokrat menyerukan pembatasan pembangunan pusat data baru.

Jika lebih banyak proyek tertunda, permintaan chip dan peralatan yang menopang pengembangan kecerdasan buatan (AI) juga bisa melambat.

Data Tenaga Kerja AS Lampaui Ekspektasi

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 165.000 pekerjaan di luar sektor pertanian pada Oktober. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari konsensus Dow Jones yang memperkirakan penambahan 59.000 pekerjaan.

Sebagai perbandingan, angka September direvisi menjadi 60.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran tercatat 4,1% pada Oktober, dibandingkan 4,2% pada bulan sebelumnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat setelah laporan tersebut dirilis. Pelaku pasar mencermati data tenaga kerja karena laju perekrutan dan tingkat pengangguran menjadi pertimbangan Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Tiga Indeks Utama Tetap Melemah Sepekan

Rebound pada Jumat hanya menutup sebagian kerugian dari aksi jual sehari sebelumnya. Pada Kamis, S&P 500 turun 4,36%, sementara Nasdaq anjlok 5,52%.

Penurunan itu membawa Nasdaq masuk wilayah koreksi setelah posisinya jatuh lebih dari 10% dari rekor penutupan yang dicapai pada Oktober.

Sepanjang pekan, Nasdaq turun 3,4%, mencatat pelemahan terbesar di antara tiga indeks utama. S&P 500 susut 2,7%, menandai pekan terburuknya sejak April 2025, sementara Dow Jones melemah 0,9%.

(gls/gls)


Most Popular
Features