MARKET DATA

Bukan AS atau China, Negara Ini Paling Rakus Minyak

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia
04 November 2026 19:00
Kilang minyak
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara dengan ekonomi besar memang menjadi konsumen minyak terbesar di dunia. Namun, jika dihitung berdasarkan konsumsi minyak per orang, hasilnya berbeda.

Berdasarkan Eni World Energy Review 2026, Singapura menempati posisi pertama dengan konsumsi mencapai 93,63 barel per orang per tahun. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat konsumsi Brunei yang berada di posisi ketiga dengan 43,83 barel per orang.

Sebagai catatan, konsumsi per kapita dihitung dari total minyak yang digunakan dalam setahun dibagi jumlah penduduk. Perhitungan ini tidak hanya mencakup minyak yang digunakan masyarakat, tetapi juga bahan bakar untuk kapal internasional, kilang minyak, dan biofuel.

Singapura menjadi contoh menarik. Negara ini merupakan salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia. Banyak kapal internasional singgah untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.

Karena bahan bakar kapal-kapal tersebut ikut dihitung, konsumsi minyak per kapita Singapura menjadi sangat tinggi. Apalagi, jumlah penduduknya relatif sedikit. Jadi, tingginya angka konsumsi minyak Singapura bukan berarti setiap warganya menggunakan minyak dalam jumlah besar, melainkan karena aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional yang sangat padat.

Jika dibandingkan, Indonesia dicatat mengkonsumsi minyak sebesar 2,47 barel per kapita. Angka ini terpaut sangat jauh dari Singapura yang mencapai 93,63 barel per kapita, atau sekitar 38 kali lipat lebih tinggi.

Rendahnya posisi Indonesia dalam perbandingan ini menunjukkan bahwa konsumsi minyak per penduduk masih jauh di bawah negara-negara yang mendominasi daftar. Hal ini berkaitan dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

Di posisi kedua dalam daftar terdapat Curaçao dengan konsumsi 84,41 barel per kapita. Jarak antara dua posisi teratas dengan negara-negara berikutnya cukup lebar. Qatar, yang berada di urutan keempat, mencatat konsumsi 40,19 barel per orang per tahun.

Singapura Unggul Berkat Aktivitas Pelayaran

Tingginya konsumsi minyak per kapita Singapura tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia.

Negara tersebut merupakan simpul penting perdagangan dan pelayaran internasional, terutama karena lokasinya yang strategis di Selat Malaka.

Aktivitas pengisian bahan bakar kapal internasional ikut masuk dalam penghitungan konsumsi minyak. Sementara itu, jumlah penduduk Singapura relatif kecil.

Kombinasi keduanya membuat angka konsumsi per kapita negara tersebut melonjak jauh dibandingkan negara lain.

Artinya, posisi Singapura di urutan pertama tidak serta-merta menunjukkan bahwa setiap penduduknya menggunakan minyak dalam jumlah yang sangat besar. Angka tersebut juga merepresentasikan kebutuhan bahan bakar dari aktivitas ekonomi lintas negara.

Timur Tengah Mendominasi Papan Atas

Selain Singapura dan Curaçao, negara-negara Timur Tengah juga cukup menonjol dalam daftar konsumsi minyak per kapita.

Empat negara kawasan tersebut masuk dalam 10 besar, yakni Qatar di posisi keempat dengan 40,19 barel, Kuwait di posisi keenam dengan 39,23 barel, Uni Emirat Arab (UEA) di posisi ketujuh dengan 36,74 barel, serta Arab Saudi di posisi kedelapan dengan 36,68 barel per orang per tahun.

 

Tingginya konsumsi di sejumlah negara tersebut berkaitan dengan aktivitas industri yang intensif menggunakan minyak, harga bahan bakar yang secara historis relatif murah, serta jumlah penduduk yang tidak sebesar negara-negara dengan konsumsi minyak total terbesar.

Jika Bahrain dan Oman turut dihitung, terdapat enam negara Timur Tengah dalam daftar 20 besar.

Amerika Serikat Bukan yang Tertinggi

Menariknya, Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai konsumen minyak terbesar dunia justru tidak masuk 10 besar dalam penghitungan per kapita. AS berada di posisi ke-11 dengan konsumsi 22,10 barel per orang per tahun.

Posisi tersebut sedikit di bawah Kanada yang menempati urutan ke-10 dengan 22,53 barel per kapita. Selisih keduanya hanya 0,43 barel atau sekitar 2%.

Sementara itu, negara-negara dengan konsumsi minyak total terbesar seperti AS, China, dan India tidak mendominasi daftar per kapita. Ini menunjukkan bahwa besarnya permintaan minyak secara keseluruhan tidak otomatis membuat konsumsi per penduduk menjadi yang tertinggi.

 

Pada skala kawasan, Asia-Pasifik menjadi penyumbang konsumsi minyak terbesar dunia. Besarnya populasi, aktivitas manufaktur, serta kebutuhan transportasi menjadi sejumlah faktor yang menopang permintaan minyak di kawasan tersebut.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa konsumsi minyak total dan konsumsi per kapita mengukur dua hal yang berbeda.

Konsumsi total menunjukkan skala kebutuhan energi suatu perekonomian, sedangkan konsumsi per kapita turut dipengaruhi struktur industri, aktivitas perdagangan internasional, dan jumlah penduduk.

 

(mae/mae)



Most Popular