The Fed Tahan Suku Bunga, Yield SBN Terus Melonjak: IHSG-Rupiah Aman?
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026) atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Investor merespons keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) dan menanti laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi jumbo.
Indeks S&P 500 naik 0,28% ke 7.743,98, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,27% ke 26.549,85. Dow Jones Industrial Average terapresiasi 97,53 poin atau 0,19% ke 52.475,10. Ketiga indeks tersebut mencatat kenaikan selama tiga hari beruntun.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%, sesuai ekspektasi pasar. Sebelumnya, bank sentral AS menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September, kenaikan pertama sejak 2023.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa bank sentral tetap berfokus pada stabilitas harga. Ia juga menilai kondisi ketenagakerjaan masih menunjukkan perkembangan positif.
Jeff Schulze, kepala strategi investasi Franklin Templeton Institute, mengatakan keputusan tersebut tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin sebelum akhir tahun. Pasar kini mencermati seberapa cepat The Fed akan melanjutkan pengetatan moneter.
Saham Teknologi Jadi Penopang
Saham teknologi menjadi sorotan setelah Oracle melonjak hampir 11%. Perusahaan perangkat lunak tersebut memproyeksikan pendapatan fiskal 2030 mencapai US$225 miliar, yang mengindikasikan pertumbuhan tahunan sebesar 35%.
Saham perusahaan semikonduktor juga menguat setelah SK Hynix membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah.
Saham SK Hynix di AS melesat 13%, sementara Micron Technology naik hampir 6%. Arm Holdings menguat 4%, sedangkan Marvell Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing naik 3%.
Investor selanjutnya menanti laporan keuangan Alphabet dan Microsoft yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan.
Meski demikian, saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran mengenai pembiayaan investasi AI dan keberlanjutan keuntungan dari belanja besar tersebut.
Bill Northey dari U.S. Bank Asset Management Group menilai siklus bisnis teknologi dalam jangka pendek masih kuat. Namun, pertanyaan utama bagi investor adalah apakah pertumbuhan tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun dan perusahaan mana yang mampu menghasilkan keuntungan dari investasi besar di sektor AI.
(mae/mae)